BMKG Pantau Erupsi Gunung Anak Krakatau 24 Jam, Abu Vulkanik Terdeteksi hingga 50.000 Kaki

3 hours ago 3

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau dampak erupsiGunung Anak Krakatau selama 24 jam penuh. Pemantauan dilakukan terhadap atmosfer, aktivitas penerbangan hingga kondisi laut di Selat Sunda untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menuturkan, pemantauan intensif dilakukan untuk mengetahui perkembangan sebaran abu vulkanik sekaligus mengantisipasi potensi tsunami.

Gunung Anak Krakatau Erupsi, BNPB Siapkan Evakuasi hingga Operasi Modifikasi Cuaca

Baca Juga

Gunung Anak Krakatau Erupsi, BNPB Siapkan Evakuasi hingga Operasi Modifikasi Cuaca

“Intinya adalah bahwa BMKG terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya terhadap atmosfer, kemudian penerbangan, dan kondisi laut di Selat Sunda yang terkait dengan potensi tsunami,” kata Faisal dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

Dalam pemantauan tersebut, BMKG mengoptimalkan berbagai peralatan multiinstrumen. Untuk mendeteksi potensi tsunami, BMKG menyiagakan 20 tsunami gauge di sekitar Selat Sunda.

Pemprov DKI Kerahkan 40 Kendaraan Water Mist Keliling Jakarta, Cegah Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Baca Juga

Pemprov DKI Kerahkan 40 Kendaraan Water Mist Keliling Jakarta, Cegah Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Selain itu, BMKG mengoperasikan secara penuh alat pendeteksi gelombang elektromagnetik dari permukaan air laut atau High-Frequency Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung, Banten.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |