PALANGKA RAYA, iNews.id - Kabut asap masih menyelimuti Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mendatangkan hujan.
Kondisi musim kemarau serta fenomena El Nino membuat lahan lebih kering sehingga penanganan di sejumlah titik menjadi lebih sulit.
Baca Juga
Kabut Asap Karhutla Pekat, Bandara Haji Asan Sampit Lumpuh Total
Kabut asap yang muncul akibat karhutla juga berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Dampaknya dirasakan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas penerbangan.
Satgas Karhutla terus melakukan penanganan melalui pemadaman dan pembasahan lahan oleh tim satgas darat. Namun, kondisi cuaca yang kering dan lahan yang mudah terbakar membuat kabut asap belum sepenuhnya mereda.
Baca Juga
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel untuk Atasi Karhutla sejak Agustus
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat mengunjungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana di Palangka Raya bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyiapkan sejumlah strategi untuk mempercepat penanganan karhutla dan mengurangi kabut asap di Kalteng.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































