JAKARTA, iNews.id - PT PLN Indonesia Power (IP) memperkuat bisnis energi melalui pengembangan pembangkit energi terbarukan dan layanan pemeliharaan aset pembangkit. Langkah tersebut dilakukan melalui tiga kolaborasi strategis yang mencakup pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)-Battery Energy Storage System (BESS) hingga penguatan layanan maintenance, repair and overhaul (MRO) untuk pasar Asia Pasifik.
Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta menjelaskan, transformasi bisnis dan transisi energi tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Menurutnya, keandalan aset, industri pendukung, teknologi, serta kompetensi nasional juga perlu diperkuat.
Baca Juga
PLN IP Kembangkan 4 Proyek PLTS 490 MW, Dukung Target Energi Surya 100 GW
“Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan energi yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN, dan membangun kapabilitas Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat regional,” ucap Bernadus dalam acara Electricity Connect 2026, Selasa (22/9/2026).
Adapun, salah satu kolaborasi dilakukan PLN IP dengan PT ACE Energy Service (ACEES) untuk mengembangkan proyek dedieselisasi di 10 lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek tersebut memiliki potensi kapasitas PLTS sebesar 60 megawatt peak (MWp) dan BESS 200 megawatt hour (MWh).
Baca Juga
PLN Garap Panas Bumi Jadi Listrik 45 MW di Lampung-Sulut, Gandeng Pertamina
Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai Rp3,3 triliun dengan rencana pembiayaan dari konsorsium perbankan Korea dan Indonesia. Proyek tersebut juga diarahkan meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) melalui penggunaan panel surya produksi dalam negeri dari Trina Mas Agra Indonesia.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































