JAKARTA, iNews.id – Mengubah bagian tertentu dari DNA manusia mungkin terdengar seperti sesuatu yang hanya ada di film fiksi ilmiah. Namun, teknologi CRISPR perlahan mengubah gambaran tersebut.
Teknologi 'gene editing' atau penyuntingan gen kini tidak lagi berhenti di meja laboratorium. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi berbasis CRISPR berkembang hingga digunakan dalam pengembangan dan penerapan terapi untuk penyakit tertentu.
Baca Juga
Pemerintah Tak Ingin Terapi Sel Hanya Bisa Diakses Orang Kaya
CRISPR bahkan menjadi salah satu teknologi yang paling banyak mendapat perhatian dalam dunia biomedis karena kemampuannya membantu ilmuwan melakukan perubahan yang sangat spesifik pada materi genetik.
Sederhananya, CRISPR dapat dianalogikan seperti 'gunting molekuler' yang diarahkan ke bagian tertentu dari DNA. Setelah lokasi yang dituju ditemukan, bagian DNA tersebut dapat dipotong atau dimodifikasi dengan tujuan memperbaiki atau mengubah fungsi gen tertentu.
Baca Juga
Indonesia Kejar Pengembangan Teknologi Terapi Sel
Namun, cara kerja sebenarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar memotong DNA.
Apa Sebenarnya CRISPR?
CRISPR merupakan singkatan dari Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats. Teknologi ini berasal dari mekanisme pertahanan alami yang ditemukan pada bakteri.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































