JAKARTA, iNews.id - Dosen aparatur sipil negara (ASN) di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Bandung, Imam Ahmad mengisahkan perjuangannya menjadi dosen dengan upah minim. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Imam harus berjualan bubur bayi dan baju anak.
Kesaksian tersebut diungkapkan Imam Ahmad saat memberikan keterangan dalam sidang pengujian materiil Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (6/7/2026).
Baca Juga
Lulusan Doktor Australia Curhat Gaji Pokok Dosen Unair Cuma Rp2,6 Juta Terungkap di Sidang MK
Imam menjelaskan, cita-citanya menjadi dosen telah tumbuh sejak menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Usai lulus, dia menjadi guru honorer pada 2013 hingga 2018 dengan gaji sekitar Rp2 juta per bulan di Jawa Barat.
Dari penghasilan tersebut, dia menyisihkan sebagian gajinya untuk melanjutkan pendidikan magister (S2) demi mewujudkan impian menjadi dosen.
Baca Juga
Cerita Miris Dosen Lulusan S3 Australia, Gaji di Indonesia Hanya Rp2,6 Juta
"Saya S2, selanjutnya 2017 saya lulus dan 2018 saya belajar mati-matian untuk lulus PNS karena tes PNS itu sulit dan saingannya cukup banyak. Bayangkan posisi saya saja dulu adalah satu banding tiga puluh," ucap Imam.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































