BEKASI, iNews.id - Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi, Jawa Barat, resmi memasuki tahap pembangunan setelah groundbreaking pada Rabu (26/8/2026). Proyek senilai sekitar Rp3 triliun ini ditargetkan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun menjadi energi hijau.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan PSEL Kota Bekasi merupakan bagian dari mandat pemerintah untuk mengembangkan pengolahan sampah menjadi energi listrik secara terstruktur dan profesional.
Baca Juga
Danantara Pilih 8 Mitra Pengolah Sampah Jadi Listrik
"Inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi. Inisiatif yang bernilai Rp3 triliun ini dari sisi investasi, diperkirakan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90 persen," ujarnya di Bekasi, Rabu (26/8/2026).
Proyek PSEL Kota Bekasi ditargetkan mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen dari timbulan sampah terolah di Kota Bekasi. Pengolahan tersebut juga diproyeksikan menekan emisi dari tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 80 persen.
Baca Juga
Gibran Cek Pembangunan Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Palembang, Ditargetkan Rampung Oktober 2026
Selain itu, proyek ini ditargetkan mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO2 setiap tahun. PSEL Kota Bekasi dirancang mengacu pada standar lingkungan EU IED atau European Industrial Emissions Directive.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































