JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkap penyebab perubahan desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sempat terjadi secara signifikan. Perubahan tersebut terjadi setelah masuk sekitar 12 juta data baru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang belum melalui proses verifikasi dan validasi.
Perubahan desil pada DTSEN Volume 3 tersebut kini telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Juga
BPS Minta Tambahan Dana Rp1,47 Triliun, DPR Desak Data Desil Diperbaiki dalam 2 Minggu
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran DTSEN untuk meningkatkan akurasi data. Pemutakhiran dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat. Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. InsyaAllah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat,” kata Gus Ipul di Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.
Baca Juga
DPR Minta BPS Segera Perbaiki Data Desil Tak Sesuai, Beri Tenggat 2 Minggu
Gus Ipul menegaskan, perubahan desil tidak serta-merta membuat seseorang langsung dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos). Penyaluran bansos tetap menunggu penetapan penerima pada periode penyaluran.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































