JAKARTA, iNews.id - Doa menerima Zakat Fitrah Arab, Latin dan artinya merupakan bagian penting dalam proses penyerahan zakat fitrah. Doa ini biasanya dibaca oleh penerima zakat sebagai bentuk syukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan melalui zakat tersebut.
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dengan membaca doa ini, penerima zakat memohon agar zakat yang diterima menjadi berkah dan tidak membawa kesulitan.

Baca Juga
Kapan Bayar Zakat Fitrah? Ternyata Ini Waktu Afdhol untuk Mengeluarkannya
Berikut penjelasan mengenai doa menerima Zakat Fitrah Arab, Latin dan artinya yang dikutip dari laman resmi MUI:
Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin dan Artinya
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Baca Juga
Berapa Besaran Zakat Fitrah, Muslim Wajib Tahu!
Aajarakallahu fiimaa a’thaita, wa baaraka fiimaa abqaita wa ja’alahu laka thahuuran
“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.” (Lihat: Ibnu Qudamah al-Maqdisi, al-Mughni wa al-Syarh al-Kabir, juz 7, hal. 168).

Baca Juga
Infografis Lafadz Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah
Makna Zakat Fithri
Sering kali orang menyebut zakat fithrah, namun yang benar adalah zakat fithri atau shadaqah fithri, sesuai dengan yang disebutkan dalam berbagai hadits. Zakat fithri atau shadaqah fithri berarti sedekah yang wajib dikeluarkan sebagai bentuk penyucian setelah berpuasa Ramadan.
Hikmah Zakat Fithri
Baca Juga
Niat Zakat Fitrah, Syarat, Besaran dan Waktu Membayarnya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan hikmah di balik zakat fithri, sebagaimana yang terdapat dalam hadits berikut:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ

Baca Juga
Lafadz Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Anak Istri
“Dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari hal-hal yang sia-sia dan perkataan yang tidak baik, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat (‘Id), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat (‘Id), maka itu adalah satu shadaqah dari shadaqah-shadaqah.”
Hukum Zakat Fithri
Zakat fithri merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Beberapa ulama berpendapat bahwa kewajiban zakat fithri telah dihapus, namun dalil yang mereka gunakan tidak kuat dan jelas.
Imam Ibnul Mundzir rahimahullah mengutip adanya konsensus ulama mengenai kewajiban zakat fithri ini. Ia berkata, “Telah sepakat semua ahli ilmu yang saya hafal darinya bahwa shadaqah fithri adalah wajib.” Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hukum zakat fithri adalah wajib dan tidak dihapus.
Siapa yang Wajib Mengeluarkan Zakat Fithri?
Zakat fithri wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim, baik yang kaya maupun miskin, selama mereka mampu untuk menunaikannya. Oleh karena itu, ada dua syarat utama untuk wajibnya zakat fithri:
Beragama Islam.
Mampu.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow