JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi XIII DPR, Mafirion meminta pemerintah mengivestigasi menyeluruh kematian Melkiana Duwita, ibu hamil yang tewas tertembak di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah pada Kamis (2/7/2026). Dia menegaskan kematian akibat konflik bersenjata merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM).
Dia menuturkan kematian ibu hamil itu menjadi alarm perlindungan terhadap warga sipil di wilayah konflik belum berjalan secara optimal.
Baca Juga
Ibu Hamil Tewas Ditembak KKB di Intan Jaya Papua Tengah
"Kami sangat prihatin atas kematian seorang ibu hamil beserta bayi yang dikandungnya akibat konflik bersenjata. Tragedi ini menjadi cermin bahwa negara belum mampu memberikan perlindungan maksimal kepada warga sipil, khususnya perempuan dan anak, yang berada di wilayah konflik," ujar Mafirion dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Dia mendesak pemetrintah mengusut tragedi ini hingga tuntas. Menurutnya, pemerintah harus mengungkap tragedi ini secara transparan.
Baca Juga
Penembakan di Intan Jaya Papua, Seorang Ibu Hamil Tewas
"Penembakan ini harus diusut tuntas melalui investigasi yang independen, transparan, dan akuntabel. Pemerintah harus membuka secara jelas kronologi kejadian, mengungkap siapa pelakunya, serta memastikan adanya pertanggungjawaban hukum," kata Mafirion.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































