Harga Bapokting di Batang Tetap Stabil Meski BBM Naik

14 hours ago 8

Batang, infojateng.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang memastikan harga bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional masih relatif stabil meski terjadi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, Disperindagkop Batang terus melakukan pemantauan harian terhadap 20 komoditas bahan pokok yang menjadi indikator pergerakan harga di pasar.

Kepala Disperindagkop Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso, mengatakan pemantauan rutin dilakukan guna memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

“Dalam laporan bapokting ada sekitar 20 komoditas yang dipantau setiap hari. Kalau sembako itu hanya sebagian, sekitar sembilan komoditas, sehingga cakupan bapokting lebih luas,” ujar Wahyu saat ditemui di Kantor Disperindagkop Kabupaten Batang, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, sejumlah kebutuhan pokok utama masih berada pada harga yang stabil. Beras premium tercatat Rp14.500 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, gula pasir lokal Rp17.500 per kilogram, daging ayam ras Rp38 ribu per kilogram, dan telur ayam ras Rp29 ribu per kilogram.

Meski demikian, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Kedelai impor naik Rp1.400 menjadi Rp13.500 per kilogram, sementara ayam kampung mengalami kenaikan Rp5 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram.

Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura justru menunjukkan tren penurunan harga. Cabai rawit hijau turun Rp4 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, cabai merah teropong turun Rp5 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, dan cabai merah keriting turun Rp10 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Menurut Wahyu, turunnya harga cabai dipengaruhi oleh meningkatnya produksi dan melimpahnya pasokan di pasaran.

“Kalau stok barang melimpah dan produksi meningkat, biasanya harga ikut turun. Ini yang terjadi pada beberapa jenis cabai,” jelasnya.

Meski kondisi pasar masih relatif stabil, pihaknya tetap mewaspadai potensi kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu, salah satunya bawang putih yang mulai menunjukkan tren kenaikan.

Disperindagkop juga terus memantau dampak kenaikan BBM terhadap harga kebutuhan pokok. Namun hingga saat ini, pengaruhnya dinilai belum signifikan karena kebijakan tersebut baru diberlakukan dalam waktu dekat.

“Kenaikan harga BBM ini baru berlangsung sejak tadi malam, jadi dampaknya terhadap harga bahan pokok belum terlalu terasa. Biasanya efek perubahan biaya distribusi baru terlihat sekitar satu minggu ke depan,” katanya.

Selain memantau kondisi pasar di Batang, Disperindagkop juga mencermati perkembangan harga di berbagai daerah lain. Salah satu yang menjadi perhatian adalah anjloknya harga daging ayam di sejumlah wilayah akibat menurunnya permintaan dari pelaku usaha tertentu.

Sebagai langkah antisipasi, Disperindagkop Kabupaten Batang akan terus melakukan monitoring intensif terhadap harga dan stok bapokting guna menjaga stabilitas pasokan serta mencegah terjadinya gejolak harga di pasaran.

“Kami terus melakukan pemantauan setiap hari untuk memastikan stok aman dan harga tetap terkendali. Kalau ada gejolak, tentu akan segera kami koordinasikan dengan pihak terkait,” pungkas Wahyu. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |