Terekam CCTV, Pemotor Wanita Tewas Disenggol Truk Tronton di Jepara

6 hours ago 2

Jepara, infojateng.id – Kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor dan truk tronton terjadi di Jalan Raya Jepara–Bangsri, tepatnya di sekitar Warung Hj. Siti, Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara, Jawa Tengah. Detik-detik kecelakaan tersebut terekam kamera CCTV.

Seorang pengendara sepeda motor, Saimatun (49), warga Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, meninggal dunia setelah disenggol truk tronton sehingga korban terjatuh.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jepara Iptu Ahmad Riyanto mengatakan, kecelakaan terjadi pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 11.40 WIB. Kejadian bermula saat truk Isuzu Tronton bernomor polisi K 9786 HC melaju dari arah Jepara menuju Bangsri dengan kecepatan sedang.

Sesampainya di lokasi kejadian, truk yang dikemudikan Khusnul Imron (49), warga Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, tersebut berusaha mendahului sepeda motor Honda Beat bernomor polisi K 5838 BOC yang dikendarai korban.

Namun, saat proses mendahului, jarak antara kedua kendaraan terlalu dekat. Truk kemudian bersinggungan dengan sepeda motor hingga korban terjatuh.

“Jadi dari KBM truk melaju dari arah Jepara menuju Bangsri dengan kecepatan sedang. Saat sampai di TKP hendak mendahului sepeda motor yang ada di depannya. Karena jaraknya terlalu dekat sehingga terjadi singgungan dan pengendara terjatuh,” kata Ahmad Riyanto, Selasa (28/7/2026).

Korban kemudian dilarikan ke RSI Sultan Hadlirin Jepara untuk mendapatkan perawatan medis. Korban mengalami sejumlah luka, di antaranya luka terbuka pada betis kanan, hematoma pada pipi kanan, serta luka lecet di bagian perut. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Untuk kondisi dari pengendara sepeda motor pada saat di TKP masih sadar. Kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pertolongan dari petugas medis, namun tidak terselamatkan, dan meninggal dunia,” ujarnya.

Sopir Truk Diperiksa Polisi

Polisi telah mengamankan sopir truk untuk dimintai keterangan. Selain sopir, kernet dan penumpang truk juga turut diperiksa sebagai saksi dalam kecelakaan tersebut.

Ahmad Riyanto memastikan sopir truk tidak melarikan diri setelah kecelakaan. Sopir sempat mengantarkan barang terlebih dahulu sebelum mendatangi Unit Gakkum Satlantas Polres Jepara untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Untuk melarikan dirinya tidak. Setelah kejadian, yang bersangkutan ini mengantar barang terlebih dahulu, setelah mengantar barang terus kemudian datang ke kantor Unit Gakkum untuk melaporkan kejadian kecelakaan,” jelasnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, sopir mengaku tidak sengaja menyenggol sepeda motor korban. Ia diduga kurang berkonsentrasi ketika berusaha mendahului kendaraan di depannya dengan jarak yang terlalu dekat.

“Dari sopir ini menyampaikan dia sebenarnya tidak sengaja. Karena mendahului ini jaraknya mungkin terlalu dekat. Karena pada saat mendahuluinya dia tidak begitu konsentrasi saat mendahului,” tutur Riyanto.

Akibat kecelakaan tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp200 ribu. Polisi masih melakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut.

Satlantas Polres Jepara mengimbau para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, menjaga jarak aman, dan memastikan kondisi lalu lintas sebelum melakukan manuver atau mendahului kendaraan lain.

Pengendara juga diminta meningkatkan konsentrasi selama berkendara, terutama ketika melintas di jalur yang ramai kendaraan berat, untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. (eko/redaksi) 

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |