Batang, infojateng.id – SMP Negeri 2 Batang memperkuat kemitraan dengan orang tua siswa melalui prosesi serah terima peserta didik baru.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antara pihak sekolah dan wali murid dalam mendukung proses pembelajaran selama tiga tahun ke depan.
Prosesi serah terima ditandai dengan penyerahan peserta didik oleh perwakilan wali murid kepada Kepala SMPN 2 Batang Mochamad Santoso.
Penyerahan tersebut menjadi simbol kepercayaan orang tua kepada sekolah untuk mendampingi putra-putri mereka selama menempuh pendidikan.
Mochamad Santoso mengatakan, kegiatan tersebut sengaja digelar untuk membangun kemitraan yang kuat antara sekolah dan wali murid. Menurutnya, keterlibatan orang tua diperlukan agar proses pendidikan dapat berjalan secara optimal.
“Setelah orang tua menitipkan putra-putrinya, segera membentuk paguyuban wali murid untuk merancang program kerja untuk menunjang proses pembelajaran siswa. Kami akan melibatkan peran orang tua sesuai kompetensinya dalam program Orang Tua Mengajar,” kata Santoso saat ditemui di halaman SMPN 2 Batang, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, program Orang Tua Mengajar menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Orang tua nantinya dapat berbagi pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang yang dikuasai.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga, tetapi juga memberikan wawasan tambahan kepada siswa mengenai berbagai profesi dan keterampilan yang dapat menjadi bekal mereka di masa depan.
Salah satu wali murid, Budi Pramono, menyambut baik kesempatan putrinya untuk menempuh pendidikan di SMPN 2 Batang. Ia mengaku sekolah tersebut memiliki kenangan tersendiri karena pernah menjadi tempatnya menuntut ilmu.
“Dulu saya juga alumni sini, jadi ini anak kedua juga masuk ke SMPN 2 Batang. Semoga bisa berprestasi yang makin meningkat,” ujar Budi.
Sementara itu, salah satu siswi SMPN 2 Batang, Ahmanida, mengaku siap menjalani pendidikan selama tiga tahun sekaligus meningkatkan prestasinya.
“Saya masuk dengan jalur prestasi, jadi nilai rapor. Makanya ingin meningkatkan prestasi selama sekolah di sini,” tuturnya.
Ketua Komite SMPN 2 Batang Sofan Sofyan mendukung penguatan kolaborasi antara sekolah dan wali murid. Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi siswa.
Ia menilai program Orang Tua Mengajar dapat disesuaikan dengan momentum dan kebutuhan pembelajaran. Orang tua yang memiliki keahlian tertentu dapat berbagi pengalaman langsung dengan para siswa.
“Bisa disesuaikan di momen tertentu, orang tua mengajar, itu sangat bagus. Misalnya, ada yang punya kemampuan berbisnis bisa ditularkan ke anak didik, agar ke depan punya keahlian lain, sehingga siap bersaing,” kata Sofan. (eko/redaksi)

8 hours ago
2

















































