Dari Runner Up, Blora Targetkan Juara 1 Festival Anak Saleh Jateng

1 day ago 5

Blora, infojateng.idBupati Blora Arief Rohman menargetkan kontingen Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) Kabupaten Blora mampu meraih juara pertama tingkat Jawa Tengah pada 2026.

Target tersebut disampaikan saat membuka FASI IX tingkat Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (26/7/2026). Kegiatan itu diikuti 320 anak dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang menjadi kontingen dari 16 kecamatan se-Kabupaten Blora.

Arief mengatakan, target juara pertama Jawa Tengah bukan hal yang berlebihan. Sebab, pada penyelenggaraan FASI tahun sebelumnya, kontingen Blora berhasil menjadi runner up atau juara kedua tingkat Jawa Tengah.

“Semoga nanti yang juara bisa maju mewakili Kabupaten Blora ke tingkat provinsi dan menjadi juara satu Jawa Tengah. Apalagi tahun kemarin Blora bisa runner up. Jika tahun ini persiapan lebih matang, bukan tidak mungkin Blora bisa juara satu di tingkat Jawa Tengah,” kata Arief.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Blora bersama DPRD siap memberikan dukungan agar anak-anak dapat berprestasi melalui pendidikan agama.

“Pemkab Blora bersama DPRD siap mensupport agar adik-adik kita bisa berprestasi di jalur pendidikan agama,” ujarnya.

Selain mendorong prestasi, Arief mengapresiasi para ustaz dan ustazah yang selama ini membimbing anak-anak belajar Al-Qur’an. Menurutnya, dedikasi para pengajar menjadi bagian penting dalam membangun fondasi moral dan spiritual generasi muda di Kabupaten Blora.

“Dedikasi Bapak dan Ibu adalah pilar utama dalam membangun fondasi moral dan spiritual generasi muda di Kabupaten Blora,” katanya.

Arief menegaskan, FASI bukan sekadar ajang untuk mengejar juara. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi, evaluasi kualitas pembelajaran Al-Qur’an, sekaligus wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.

Ia menyebut ada tiga hal penting yang menjadi pesan dalam penyelenggaraan FASI. Pertama, penguatan generasi Qur’ani sejak usia dini. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, tantangan dalam mendidik anak semakin kompleks.

“Menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia dini adalah benteng pertahanan terbaik bagi anak-anak kita. Karakter anak yang Qur’ani tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga memiliki kelembutan hati, kesalehan sosial, dan akhlakul karimah,” ujarnya.

Kedua, diperlukan sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan Al-Qur’an. Pemkab Blora, kata Arief, berkomitmen mendukung pembinaan keagamaan, termasuk keberadaan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ).

“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan fisik di Blora berjalan seiring dan seimbang dengan pembangunan jiwa dan karakter spiritual masyarakatnya,” katanya.

Ketiga, FASI diharapkan mampu menggali potensi sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri anak. Melalui kompetisi tersebut, para santri mendapat ruang untuk melatih keberanian, kejujuran, dan sportivitas.

“Siapa pun yang menjadi juara nantinya, kalian semua adalah pemenang karena telah berani melangkah dan mencintai Al-Qur’an,” tutur Arief.

Sementara itu, Koordinator Badan Koordinasi (BADKO) LPQ Kabupaten Blora Komariyah mengatakan, rangkaian FASI diawali dengan seleksi tingkat kecamatan sejak awal Juli 2026. Peserta yang tampil di tingkat kabupaten merupakan anak-anak terbaik dari masing-masing kecamatan.

“Jumlah peserta 320 putra-putri TPQ se-Kabupaten Blora, untuk 14 cabang lomba. Jenjang lomba ada tiga kategori,” kata Komariyah.

Pelaksanaan lomba digelar di sejumlah lokasi, yakni Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora untuk cabang tertentu, Masjid Baitunnur, serta MTs Ma’arif NU Blora.

Komariyah mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Blora terhadap pelaksanaan FASI, termasuk di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

Ia mengatakan, para pemenang FASI tingkat Kabupaten Blora akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi tingkat Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 23-24 Oktober 2026 di Donohudan, Boyolali.

“Tahun lalu Blora runner up. Semoga tahun ini Blora bisa menjadi juara satu. Semoga ada yang bisa lanjut ke tingkat nasional di Palangkaraya,” harapnya.

Salah satu peserta, Ahmad (9), mengaku senang dapat mengikuti FASI tingkat Kabupaten Blora. Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi pengalaman pertamanya datang ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

“Senang, semoga nanti bisa menampilkan yang terbaik bersama teman-teman lainnya,” ujar Ahmad.

Setelah pembukaan, rangkaian perlombaan FASI IX tingkat Kabupaten Blora kembali dilanjutkan. Puluhan piala penghargaan telah disiapkan untuk memacu semangat para peserta dalam mengikuti kompetisi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Blora, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Kepala Dinas Pendidikan, serta Ketua Yayasan Masjid Agung Baitunnur Blora. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |