JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Forum Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN) Indonesia, Idrus Marham menilai Nahdlatul Ulama (NU) perlu menata kembali kepemimpinannya untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan. Menurut Idrus, penataan kepemimpinan diperlukan agar NU mampu memantapkan arah organisasi sekaligus merespons dinamika masyarakat, perkembangan zaman, dan berbagai inovasi yang terus berkembang.
"Itulah sebabnya maka buku saya judul kecilnya itu adalah 'memantapkan arah'. Ya bukan NU tanpa arah selama ini, tetapi memantapkan arah ke depan agar supaya mampu mengakomodasi dinamika yang ada, perkembangan masyarakat yang ada, inovasi-inovasi yang ada," kata Idrus saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).
Baca Juga
Pengumuman! Ziarah Makam Gus Dur Dibuka 24 Jam selama Muktamar NU 27-31 Agustus
Penulis buku Nahdlatul Ulama dan Tantangan Peradaban itu menilai, upaya memantapkan arah organisasi membutuhkan kepemimpinan yang kuat atau strong leadership.
Baca Juga
Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Kantongi Dukungan Pengurus NU Sulselbar
Menurutnya, pemimpin yang kuat tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual. Ada kemampuan lain yang juga dibutuhkan agar pemimpin mampu membawa NU memainkan peran lebih besar di tengah masyarakat.
"Diperlukan strong leadership di sini. Seperti apa kriterianya? Ya tentu tidak hanya sekadar memiliki kemampuan intelektualitas, tetapi juga diperlukan kemampuan-kemampuan lain," ujar Idrus.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































