Israel Rilis Hasil Penyelidikan Serangan Hamas 7 Oktober 2023: Kejutan yang Luar Biasa! 

4 hours ago 1

TEL AVIV, iNews.id - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merilis hasil penyelidikan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Salah satu hasil penyelidikan menyoroti kegagalan intelijen dalam mengantisipasi serangan lintas batas yang mengguncang dunia itu.

Disebutkan, kegagalan intelijen Israel dalam mengantisipasi serangan Hamas tersebut sebagai kejutan yang luar biasa. Selain itu keruntuhan operasional dalam merespons serangan saat itu merupakan kegagalan yang lebih dahsyat daripada Perang Yom Kippur 1973.

Israel Siap Lanjutkan Gencatan Senjata dengan Hamas demi Bebaskan Semua Sandera

Baca Juga

Israel Siap Lanjutkan Gencatan Senjata dengan Hamas demi Bebaskan Semua Sandera

"Kejutan total, secara situasional dan fundamental, terhadap tipu daya strategis yang berlangsung bertahun-tahun, tipu daya operasional menjelang serangan, dan tipu daya taktis sepanjang malam sebelum invasi," bunyi laporan penyelidikan, seperti diberitakan media Israel, Ynet, seperti dikutip 

Dijelaskan, awalnya Hamas berencana melancarkan serangan pada hari libur Yahudi 2022 atau paling lambat pada perayaan Paskah Yahudi pada awal April 2023. Namun rencana itu dijadwal ulang guna memberi kesempatan pasukan elite Nukhba melakukan persiapan lebih lama.

Terungkap! Banyak Tahanan Palestina Dibebaskan Israel Kehilangan Anggota Tubuh

Baca Juga

Terungkap! Banyak Tahanan Palestina Dibebaskan Israel Kehilangan Anggota Tubuh

Hasil penyelidikan juga mengungkap, Hamas secara sistematis mempersiapkan serangan yang disebut Badai Al Aqsa tersebut sejak 2016. 

Perang sebelumnya, yakni pada 2021, semakin memperkuat persepsi bahwa Israel lemah serta pembebasan penuh Gaza mungkin saja terjadi. 

Hamas Siap Lanjutkan Perang Lawan Israel, Rekrut Personel Baru

Baca Juga

Hamas Siap Lanjutkan Perang Lawan Israel, Rekrut Personel Baru

Laporan IDF juga menyebutkan Hamas pada Juli 2023 mengembangkan rencana perang kompleks bekerja sama dengan kelompok Hizbullah Lebanon serta Iran. Tujuannya untuk menghancurkan Israel.

Namun kemudian Hizbullah tidak langsung bergabung dalam perang tersebut dipicu ketidaksepakatan dengan Hamas.

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |