DENPASAR, iNews.id - Bagi banyak masyarakat Bali, Jro Bima bukanlah sosok yang asing. Selama bertahun-tahun, dia dikenal aktif mendampingi warga yang menghadapi berbagai persoalan, mulai dari sengketa lahan hingga isu-isu sosial kemasyarakatan.
Namun bagi Jro Bima, pengabdian tidak cukup hanya dilakukan melalui aksi sosial. Ada ruang yang lebih luas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali. Karena itulah, pria bernama lengkap I Ketut Putra Ismaya Jaya ini terjun ke dunia politik.
Baca Juga
Partai Perindo Konsolidasikan Kekuatan di Sultra, Bidik Kursi di Seluruh Kabupaten Kota
"Saya berusaha dengan kemampuan yang saya miliki untuk membantu masyarakat Bali yang memerlukan bantuan. Saya akan membela tanah kelahiran ini," katanya.
Lahir di Amlapura, Karangasem, pada 24 Mei 1978, Jro Bima tumbuh dalam lingkungan yang lekat dengan nilai-nilai adat dan budaya Bali. Kedekatan dengan akar tradisi itulah yang membentuk kepeduliannya terhadap berbagai persoalan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan hak-hak warga lokal dan pelestarian budaya.
Baca Juga
Perindo Dorong Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran di Pemilu 2029
Setelah keluar dari Laskar Bali, dia bersama sejumlah rekan mendirikan Yayasan Kesatria Keris Bali (YKKB). Melalui yayasan tersebut, Jro Bima aktif mendampingi warga sekaligus mengawal berbagai isu sosial dan kemasyarakatan di Bali.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































