JAKARTA, iNews.id - Diagnosis kanker kerap menjadi pukulan berat bagi pasien maupun keluarga. Tidak sedikit pasien yang langsung merasa takut, tertekan, bahkan menganggap penyakit tersebut sebagai akhir dari kehidupan.
Padahal, perjalanan menghadapi kanker tidak harus dilalui seorang diri. Selain pengobatan medis, dukungan dari keluarga, teman, hingga komunitas dapat membantu pasien melewati masa sulit dan kembali menumbuhkan harapan.
Baca Juga
5.000 Pasien Kanker Gaza Terjebak, Menunggu Pengobatan di Tengah Ancaman Kematian
Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM, mengatakan, respons psikologis pasien setelah menerima diagnosis kanker tidak bisa diabaikan.
"Begitu seseorang didiagnosis kanker, yang terbersit dalam pemikirannya adalah bahwa ini hukuman mati," kata dr Cosphiadi dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (21/8/2026).
Baca Juga
Kisah Menyedihkan Pasien Kanker Gaza Sulit Berobat: Saya Hanya Menunggu untuk Mati
Menurut dia, kehadiran 'support system' yang baik dapat membantu menjembatani tekanan yang dirasakan pasien. Dukungan tersebut bisa datang dari keluarga, teman, maupun lingkungan tempat pasien menjalani kesehariannya.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































