SURABAYA, iNews.id – Kasus dugaan keracunan makanan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur kian meluas. Setelah di Kabupaten Sidoarjo, insiden serupa terjadi di Kabupaten Nganjuk dan Jombang.
Menanggapi meluasnya kasus tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memastikan seluruh biaya perawatan medis dan pengobatan para korban di rumah sakit ditanggung pemerintah.
Baca Juga
Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Kepala BGN: Kelalaian SPPG yang Disengaja
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menegaskan, keselamatan serta penanganan medis para siswa yang menjadi korban merupakan prioritas utama Pemprov Jatim saat ini.
"Seluruh biaya perawatan dan pengobatan rumah sakit untuk para korban dugaan keracunan MBG di Jawa Timur dipastikan ditanggung negara. Penanganan medis menjadi prioritas utama kami di tengah situasi ini," kata Emil Dardak, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga
Update Korban Keracunan MBG Sidoarjo Bertambah Jadi 666 Santri, 53 Masih Dirawat di RS
Emil menambahkan, Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan jajaran dinas kesehatan daerah untuk memastikan ketersediaan pasokan obat-obatan, cairan infus, hingga dukungan anggaran darurat guna menjamin seluruh korban tertangani secara optimal tanpa dipungut biaya.
Sanksi Dapur SPPG
Mengenai langkah penanganan dan pembenahan tata kelola operasional MBG di lapangan, Emil menjelaskan, kewenangan teknis berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































