JAKARTA, iNews.id - Secangkir kopi specialty kerap dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan kopi biasa. Banyak yang mengira perbedaan harga tersebut semata-mata disebabkan oleh kualitas biji, jenis kopi, atau metode penyeduhan.
Padahal, ada perjalanan panjang di balik secangkir kopi specialty. Mulai dari tangan petani, proses pemetikan dan pengolahan, hingga peran roaster dan barista ikut menentukan kualitas sekaligus nilai kopi yang akhirnya dinikmati konsumen.
Baca Juga
Pramono Ingin Jakarta Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Sebut Budaya Ngopi Makin Masif
CEO Roemah Koffie Felix TJ mengatakan, specialty coffee tidak bisa hanya dilihat dari angka atau grade yang melekat pada biji kopi.
CEO Roemah Koffie Felix TJ bersama Iwet Ramadhan. (Foto: Mei Sada Sirait)"Specialty coffee bagi saya sangat luas. Bukan hanya mengenai grade, tetapi juga mengenai manusia dan budaya, bagaimana mereka memperlakukan kopi berdasarkan filosofi serta pengetahuan yang mereka miliki," ujar Felix saat berbicara dalam IdeaFest 2026, belum lama ini.
Baca Juga
Jangan Langsung Dibuang, Ampas Kopi Ternyata Bisa Diolah Jadi Kompos!
Perjalanan Kopi Dimulai dari Petani
Menurut Felix, karakter kopi sudah mulai terbentuk sejak buah kopi masih berada di tangan petani. Cara menanam, menentukan waktu panen, hingga memilih buah yang sudah matang menjadi bagian penting yang dapat memengaruhi kualitas kopi.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































