SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meminta Bos Maspion Group Alim Markus tak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Hal ini menyusul adanya tren PHK di sejumlah provinsi di Indonesia.
Khofifah menegaskan tidak ingin kondisi tersebut terjadi di Jatim. Karena itu dia selalu meminta kepada pengusaha agar sebisa mungkin untuk tidak PHK karyawannya.

Baca Juga
8.394 Pekerja di Jatim Jadi Korban PHK, Gubernur Khofifah Bilang Begini
“Itu selalu saya pesankan semua perusahaan-perusahaan besar. Saya menitipkan agar jangan ada PHK. Kalau terpaksa, jam kerjanya saja dikurangi. Tapi jangan sampai ada PHK. Permintaan itu juga saya sampaikan ke Pak Alim Markus (Bos Maspion Group,” ujar Gubernur Jatim Khofifah, Rabu (2/4/2025).
Dia mengungkapkan, pengusaha harus memprioritaskan kesejahteraan pekerja dan mencari solusi alternatif selain PHK. Hal ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang menegaskan agar tidak ada PHK massal bagi tenaga honorer pada tahun 2025.

Baca Juga
Viral Ratusan Karyawan Pabrik di Bandung Diterpa Ancaman PHK, Ini Kata Kadisnaker
“Pemprov Jatim sangat memperhatikan kesejahteraan pekerja dan tidak ingin ada PHK," kata Khofifah.
Selain itu, Khofifah juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga
Respons Menaker soal PHK Massal Disebut Jadi Faktor IHSG Anjlok
"Kita harus mencari solusi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan masyarakat. Jika ada pengurangan produksi, pastikan pengurangan jam atau hari kerja. Prinsip jangan ada PHK," ucapnya.
Sementara itu, Bos Maspion Group Alim Markus memastikan di perusahannya tidak akan ada PHK. Sebab saat ini banyak investor baru yang masuk ke perusahaan yang didirikan sejak 1962 tersebut. Dia mengungkapkan kondisi finansial perusahaan masih baik.

Baca Juga
Jakarta Job Fair Jadi Harapan di Tengah Gelombang PHK
“Saya jamin tidak ada PHK. Karena di Maspion ada investor yang baru-baru. Jadi, kalau ini PHK, dirumahkan. Saya akan salurkan ke perusahaan yang baru. Sehingga di Maspion tidak ada PHK,” ujar Alim Markus.
Editor: Donald Karouw