KIEV, iNews.id -Serangan Rusia di dekat Kiev, Ukraina, menewaskan sedikitnya 37 orang pada Sabtu (29/8/2026). Seperti dilansir dari AP, serangan tersebut menjadi salah satu yang paling mematikan di Ukraina sepanjang tahun ini.
Serangan memicu kebakaran di Distrik Bucha, sebelah barat Kiev. Api melanda sejumlah rumah dan merusak sedikitnya 50 bangunan tempat tinggal.
Baca Juga
Terungkap! AS Minta Ukraina Setop Serang Rusia karena Bos CIA Sedang Berkunjung
Serangan udara Rusia diketahui menghantam Kiev hampir tanpa henti selama tiga hari berturut-turut. Rentetan serangan itu mengganggu aktivitas warga dan perekonomian ibu kota Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan tersebut sebagai "situasi yang mengerikan". Dia juga menyinggung kelalaian pihaknya sendiri yang menyimpan bahan peledak di sekitar warga.
Baca Juga
Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut
Zelensky mengatakan, sebuah gudang di Desa Myla terkena serangan dan kemudian terjadi ledakan. Dia menyebut hukum Ukraina melarang penyimpanan amunisi di dekat permukiman warga. Proses hukum pidana pun telah dibuka untuk menyelidiki insiden tersebut.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































