JAKARTA, iNews.id - Banyak orang menganggap memperbanyak minum air putih menjadi solusi utama untuk menjaga kelembapan kulit. Kebiasaan tersebut sering dilakukan, terutama saat cuaca panas, karena tubuh dinilai membutuhkan lebih banyak cairan agar kulit tidak mengalami kekeringan.
Namun, kulit yang tetap terasa kering meski sudah rajin minum air putih ternyata bisa terjadi karena berbagai faktor lain. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan bahwa kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah air yang dikonsumsi, tetapi juga lingkungan sekitar.
Baca Juga
BNPP Tegaskan Hasil IPKP 2026 Jadi Pijakan Percepatan Pembangunan 22 Kawasan Perbatasan
Melalui unggahan video di kanal YouTube miliknya, dr. Tirta mengatakan tingkat kelembapan kulit sangat berkaitan dengan kondisi udara. Faktor seperti suhu, tingkat kelembapan udara (humidity), hingga kecepatan angin dapat memengaruhi kondisi permukaan kulit.
"Kulit lembab tidaknya kulit itu sangat tergantung dengan situasi udara luar. Ini kamu kalau lihat di dalam HP, mau Android atau iPhone, kamu geser. Ada namanya humidity dan suhu. Kalau humidity-nya itu lembap banget, misal di atas 80 persen, jadi udaranya ini banyak air. Gerah, cepat berminyak, keringetan, gak menguap-menguap," kata dr. Tirta, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga
HP Wartawan Hilang saat Liput Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Diduga Dicopet
Sebaliknya, ketika tingkat kelembapan udara rendah, kulit akan lebih mudah kehilangan cairan. Udara yang kering membuat kulit ikut terasa kering karena tidak mendapatkan cukup kelembapan dari lingkungan.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































