PURWAKARTA, iNews.id – Kasus tewasnya Sumarna (43), petugas keamanan (satpam) Perum Jasa Tirta (PJT) II yang ditemukan mengambang dengan kondisi kedua tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, masih menjadi misteri hingga hari ke-10, Minggu (2/8/2026).
Di tengah alotnya pengungkapan oleh kepolisian, fakta baru bermunculan dari keterangan warga lokal yang sempat mendengar suara kegaduhan dan teriakan minta tolong di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga
Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta, Polisi Periksa 15 Saksi
Meski jajaran penyidik Satreskrim Polres Purwakarta telah berulang kali menggelar olah TKP termasuk menerjunkan Tim Inafis hingga anjing pelacak K-9, pelaku maupun motif pasti di balik kematian tragis Sumarna masih belum terkuak.
Ketua RW 07 Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Dadang Kusnadi mengatakan, telah melakukan pendataan menyeluruh di lima RT di wilayahnya. Namun, tidak ditemukan adanya warga yang hilang atau bertindak mencurigakan pasca-kejadian.
Baca Juga
Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Diborgol, Bupati Perkuat Pengamanan Objek Wisata
"Berdasarkan keterangan salah seorang warga, almarhum Pak Sumarna sebenarnya masih terlihat beraktivitas sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Saat itu korban sedang peregangan otot di sekitar pos penjagaan sebelum akhirnya beberapa jam kemudian ditemukan meninggal," ujar Dadang, Minggu (2/8/2026).
Dadang mengungkapkan, sebelum jasad korban ditemukan mengambang di perairan Tanggul Kayat Waduk Jatiluhur, ada warga yang mengaku mendengar suara kegaduhan cukup keras.
"Warga sempat mendengar suara kegaduhan dan teriakan minta tolong dari arah lokasi. Tapi karena saat itu suasana masih sangat gelap dan warga merasa takut, mereka tidak berani keluar rumah untuk memastikan," ungkapnya.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































