JAKARTA, iNews.id - Rasa lelah atau napas terengah-engah setelah melakukan aktivitas fisik ringan, seperti naik tangga atau berjalan cepat, kerap dianggap sebagai tanda tubuh kurang fit. Namun, bagi perokok, kondisi tersebut bisa menjadi alarm awal kerusakan paru-paru yang berlangsung perlahan tanpa disadari.
Dokter Spesialis Paru sekaligus Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof Erlina Burhan, menjelaskan asap rokok dapat merusak saluran pernapasan secara bertahap. Kerusakan tersebut bahkan bisa terjadi sebelum seseorang menyadari adanya gangguan pada paru-parunya.
Baca Juga
Kementerian Pariwisata Hentikan Festival Golo Koe di Manggarai Barat usai Gempa M7,7
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Prof. Erlina memaparkan mekanisme biologis bagaimana asap rokok memengaruhi organ pernapasan.
“Semuanya berawal dari silia, rambut halus di saluran napas yang bertugas menyapu keluar lendir dan kotoran. Asap rokok melumpuhkan silia ini, lendir pun menumpuk dan memicu peradangan, dan di titik inilah batuk mulai lebih sering muncul,” ujar Prof. Erlina, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Baca Juga
NTT Diguncang Gempa M7,7, Dasco Dorong Anggota DPR Bantu Warga Terdampak Bencana
Kerusakan akibat asap rokok tidak berhenti pada saluran pernapasan. Racun yang terkandung dalam asap rokok juga dapat mencapai alveoli, yakni kantung udara kecil di paru-paru yang berperan dalam pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































