NTT Diguncang 3.055 Gempa Susulan, BMKG Pastikan Tak Ada Gempa Lebih Besar

1 day ago 6
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 3.055 gempa susulan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) usai gempa dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi Sabtu (15/8/2026).

Rentetan gempa susulan tersebut membuat masyarakat panik hingga memaksa mereka mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Jalur Logistik Gempa NTT Mulai Dibuka, Bantuan Siap Disalurkan ke Wilayah Terisolasi

Baca Juga

Jalur Logistik Gempa NTT Mulai Dibuka, Bantuan Siap Disalurkan ke Wilayah Terisolasi

"Jadi jumlah gempa susulan sampai dengan jam 17.00 sore hari ini, 19 Agustus 2026, adalah sejumlah 3.055 gempa susulan," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Dari catatan BMKG, kata dia, gempa susulan terbesar berkekuatan 6,2 magnitudo dan yang terkecil 1,1 magnitudo. "Yang dirasakan oleh manusia itu 88 gempa," ujarnya.

Respons Cepat Gempa NTT, Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat

Baca Juga

Respons Cepat Gempa NTT, Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat

Dia memastikan BMKG akan terus memantau peluruhan atau proses menurunnya frekuensi dan kekuatan gempa susulan secara bertahap menuju kestabilan setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo. "Jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih 3 sampai 4 minggu ke depan," katanya.

Potensi Gempa Besar Menurun

BMKG juga meminta masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak perlu takut tentang adanya kemungkinan gempa berkekuatan lebih besar dari gempa sebelumnya yang berkekuatan 7,7 magnitudo.

Teuku Faisal Fathani menjelaskan, secara ilmiah, sebuah sesar aktif membutuhkan waktu yang sangat lama untuk kembali memicu gempa berkekuatan besar.

"Nah, ini perlu dipastikan bahwa diperlukan waktu hingga puluhan tahun, ya, agar sesar naik di busur belakang dari Flores ini dapat mengumpulkan energi dan menghasilkan gempa sebesar yang ada sekarang ini atau bisa lebih besar atau lebih kecil. Jadi diperlukan waktu panjang," kata Kepala BMKG di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |