Penjualan Nikel Naik 26 Persen, PAM Mineral Bukukan Laba Rp318,75 Miliar di 2024

1 week ago 10

JAKARTA, iNews.id - PT PAM Mineral Tbk (NICL) membukukan laba bersih Rp318,75 miliar pada tahun 2024. Angka ini melonjak 1.074,71 persen dibandingkan laba tahun 2023 sebesar Rp27,13 miliar. 

NICL membukukan penjualan sebesar Rp1,44 triliun sepanjang 2024, naik 26,37 persen dibanding tahun 2023 sebesar Rp1,14 triliun. Meski permintaan nikel di Indonesia menurun, perseroan meningkatkan volume penjualan nikel dari tahun lalu sebesar 1.848.007,82 mt menjadi sebesar 2.300.914,78 mt. 

Di samping itu, perseroan juga berhasil melakukan efisiensi biaya produksi sehingga mencatatkan laba kotor meningkat tajam dari Rp136,66 miliar menjadi Rp517,26 miliar, atau naik 278,50 persen pada tahun 2024. 

Direktur Utama PAM Mineral, Ruddy Tjanaka mengatakan, meski kondisi industri nasional yang kurang menguntungkan, dimana harga acuan nikel domestik mengalami penurunan 9,19 persen sejak semester kedua tahun 2024, pihaknya tetap optimistis dan mampu mengatasi tantangan tersebut. 

"Pada tahun 2024, Perseroan telah mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) periode 2024-2026 dengan total volume penjualan yang telah disetujui sebesar 7.000.000 WMT. Perseroan berhasil menggenjot produksi dan meningkatkan volume penjualan sesuai dengan kapasitas RKAB. Selain itu juga Perseroan berhasil melakukan efisiensi biaya produksi.” ujar Ruddy dalam keterangannya, Kamis (27/3/2025).

NICL memiliki dua Izin Usaha Pertambangan (IUP) tambang nikel di Desa Laroenai, Kecamatan Bungku Pesisir, Sulawesi Tengah seluas 198 hektare (Ha) melalui Perseroan, dan seluas 576 Ha di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara melalui Entitas Anak Perseroan, PT Indrabakti Mustika (IBM). 

Pada tahun 2024, Perseroan terus melaksanakan ekplorasi berkelanjutan serta menjaga prinsip konservasi cadangan mineral melalui optimasi pemanfaatan bijih nikel yaitu memanfaatkan sumberdaya mineral dan melakukan diversifikasi produk. Diversifikasi produk dilakukan dengan pembagian berdasarkan persentasi kadar nikel yang terkandung dalam bijih menjadi bijih kadar rendah, bijih kadar menengah dan bijih kadar tinggi (Low Grade, Middle Grade, dan High Grade). 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |