JAKARTA, iNews.id - Dunia hiburan kehilangan aktor terbaik, Ray Sahetapy. Pemilik nama lengkap Farence Raymond Sahetapy ini meninggal dunia di usia 68 tahun, Selasa (1/4/2025) pukul 21.04 WIB. Siapakah sosok Ray Sahetapy?
Kabar duka ini disampaikan pertama kali Surya Sahetapy, putra Ray Sahetapy dan Dewi Yull. Penyanyi senior Dewi Yull ikut mengungkapkan rasa duka mendalam atas kepergian mantan suaminya, Ray Sahetapy. Melalui akun Instagram, Dewi me-repost unggahan putranya Surya Sahetapy yang telah lebih dulu mengumumkan kepergian Ray Sahetapy.

Baca Juga
5 Ide Pose Foto Lebaran yang Keren Anti Ketinggalan Zaman
"Repost @suryasahetapy. Inna Lillahi Wa Inna Illaihi Roji'un telah berpulang Ayah dari anak2ku" tulis @dewiyulloficiall.
Diketahui, Dewi Yull menikah dengan Ray Sahetapy pada 1981. Mereka dikaruniai empat orang anak.

Baca Juga
Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Dewi Yull Berduka: Telah Berpulang Ayah dari Anak-anakku
Namun, pernikahan yang sudah berjalan selama 23 tahun berakhir dengan perceraian pada 2004. Ray Sahetapy kemudian menikah dengan Sri Respatini Kusumastuti pada Oktober 2004.
Profil Ray Sahetapy

Baca Juga
Sebelum Meninggal, Ray Sahetapy Berjuang Melawan Stroke Didampingi Anak-Anak
Ray Sahetapy adalah aktor legendaris Indonesia. Karier beraktingnya membentang lebih dari empat dekade Penampilannya yang mengesankan termasuk yang paling diapresiasi saat itu, dalam film-film drama seperti Ponirah Terpidana (1983), Tatkala Mimpi Berakhir (1987) dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990).
Ray telah dinominasikan untuk Piala Citra di Festival Film Indonesia tujuh kali, enam di antaranya untuk Aktor Terbaik, dan memegang rekor nominasi terbanyak dalam kategori tersebut meski bukan Namanya yang keluar sebagai pemenang.

Baca Juga
Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Lukman Sardi: Rest in Peace Om Ray
Ray memiliki nama asli Farence Raymond Sahetapy, lahir di Donggala, Sulawesi Tengah pada 1 Januari 1957. Sejak remaja telah bercita-cita menjadi aktor. Dia pun serius mengejar cita-citanya dengan kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Seni Peran pada tahun 1977.