Ratusan Guru Didorong Melek Digital

11 hours ago 5

Batang, infojateng.id – Ratusan guru Sekolah Dasar (SD) dari Kecamatan Tulis mengikuti pembukaan Hari belajar Guru di Aula SMKN 1 Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu (11/2/2026).

Mereka berkumpul bukan untuk mengajar, melainkan untuk kembali menjadi “murid”.

Melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG) Lingkar Pena, mereka merayakan Hari Belajar Guru 2026 sebagai wadah peningkatan kompetensi di tengah derasnya arus digitalisasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang Bambang Suryantoro Soedibyo, hadir langsung untuk memberikan suntikan semangat.

Ia menekankan bahwa di era pendidikan modern, peran guru tidak boleh stagnan. Guru harus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman.

“Tadi sudah disampaikan panitia bahwa kegiatan ini sangat bagus dilaksanakan para guru. Hari Belajar Guru itu perlu, karena mereka bisa berkumpul, saling tukar informasi apa yang ada di sekolah masing-masing, bertemu dengan sekolah lain, sehingga muncul inovasi dan meningkatkan mutu pendidikan di Batang,” kata Bambang saat ditemui di Aula SMKN 1 Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu (11/2/2026).

Bambang juga mengingatkan, bahwa esensi seorang pendidik adalah menjadi pembelajar abadi.

Ia tidak ingin ada jarak pengetahuan yang terlalu lebar antara guru dan murid akibat ketidaksiapan menghadapi aturan atau ilmu baru.

“Yang belajar tidak hanya siswa. Guru juga perlu belajar karena banyak aturan dan ilmu baru yang harus dipelajari. Jangan sampai muridnya sudah tahu, gurunya belum. Belajar itu tidak akan ada habisnya, sepanjang hayat,” jelasnya.

Menariknya, kegiatan ini menjadi jembatan antara guru senior dan junior. Ketua PGRI Batang M. Arief Rohman memaparkan, bahwa saat ini peta demografi pendidik di Batang didominasi oleh wajah-wajah muda.

“Dari total sekitar 5.000 guru, 70 persen di antaranya merupakan generasi muda, sementara 30 persen lainnya mendekati masa purna tugas,” terang Arief.

Dari sisi profesionalisme, Arief mencatat capaian positif: 98 persen guru di Batang telah mengantongi sertifikasi. Sisanya hanya tinggal menunggu antrean Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari pemerintah pusat.

Manfaat nyata dari pertemuan ini dirasakan langsung oleh para peserta, salah satunya Isnaini Imaniah (30).

Guru PAI dari SDN Posong 01 ini mengaku antusias mendalami kurikulum terbaru dan teknik pembelajaran berbasis digital atau Implementasi IHP.

“Luar biasa, karena ini menambah ilmu. Guru selain mengajar murid juga harus belajar lagi. Kurikulum kan baru, jadi kita juga harus terus belajar supaya bisa menyampaikan dengan baik ke murid,” ungkapsnaini.

Bagi dia, tantangan terbesar saat ini adalah kecepatan anak didik dalam menyerap teknologi. Guru dituntut untuk tidak boleh kalah langkah.

“Anak-anak sekarang sudah pintar digital. Di Hari Belajar Guru ini, guru yang masih gaptek dilatih supaya bisa mengimbangi murid-murid yang sudah melek teknologi,” pungkasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |