Sejarah Baru, NU NRW Mendirikan Pusat Komunitas Muslim di Jerman

23 hours ago 5

Jerman, Infojateng.id – Komunitas Muslim Indonesia di Jerman merayakan tonggak sejarah baru. Mereka mendirikan Nusantara Islamic Center (NUIC) di kantor Techbros GmbH, Heerdter Lohweg 212, 40549 Düsseldorf, Jumat (21/3/2025) lalu.

Inisiatif ini lahir dari kerja sama antara Nahdlatul Ulama Nordrhein-Westfalen (NU NRW) dan Techbros GmbH. Sebuah perusahaan teknologi yang didirikan oleh diaspora Indonesia, Yudhi Rahadian.

“Dengan berdirinya NUIC, kini masyarakat Muslim Indonesia di Jerman memiliki ruang untuk merayakan nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya dalam suasana yang hangat dan inklusif,” kata Rina Agustina selaku Koordinator NU NRW, belum lama ini.

Dia mengatakan, sebagai langkah awal, NUIC menyelenggarakan Salat Jumat perdana dengan khutbah berbahasa Indonesia. Ini menjadi momen bersejarah bagi komunitas Muslim Indonesia di negara bagian Nordrhein-Westfalen (NRW).

Pada kesempatan ini, Wakil Ketua Tanfidziyah PCINU Jerman, Muhammad Arrayyaan Makiatu bertindak sebagai Khatib dan Imam.

Sementara Muhammad Zaki Fahmi, Ketua Lakpesdam PCINU Jerman, bertugas sebagai Bilal/Muadzin.

Rina menegaskan, bahwa NU NRW melalui pendirian NUIC, berkomitmen untuk menghadirkan wadah yang tidak hanya untuk ibadah. Tetapi juga untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara warga Indonesia di Jerman.

Oleh karenanya, Rina mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan NUIC dan menjadikannya sebagai pusat aktivitas keislaman yang produktif dan inklusif.

“Harapannya, NUIC bisa menjadi wadah pengembangan nilai nilai filosofis keislaman, kearifan-kearifan nusantara yang bisa diaplikasikan di Jerman, moderasi beragama, dan diskusi para intelektual muslim di wilayah NRW,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCI NU Jerman, Miftah El-Azmi, menyambut baik pendirian NUIC.

Ia menekankan pendirian NUIC merupakan tonggak penting dalam memperkuat eksistensi komunitas Muslim Indonesia di Jerman, khususnya di NRW.

Lebih dari sekadar tempat ibadah, menurut dia, NUIC juga menjadi sarana untuk berdialog dan mempererat tali silaturahmi, sekaligus memperkenalkan identitas keislaman dan kebudayaan Indonesia di tanah perantauan.

“Semoga NUIC dapat menjadi etalase yang memperkenalkan Islam Indonesia dengan penuh keindahan di Jerman,” jelasnya.

Pendirian NUIC tidak lepas dari dukungan penuh CEO Techbros GmbH, Yudhi Rahadian.

Menurut Yudhi, inisiatif ini terinspirasi oleh keinginan untuk memadukan nilai-nilai spiritual dengan perkembangan teknologi di tempat kerja.

“Inisiatif ini berangkat dari keinginan tulus kami untuk menjadikan Techbros bukan hanya sebagai pusat teknologi, tetapi juga sebagai ruang yang bisa mempererat nilai-nilai keislaman dan kebudayaan Nusantara. Kami ingin menciptakan tempat yang nyaman dan inklusif, di mana teknologi dan spiritualitas bisa berjalan beriringan,” ujar Yudhi.

Lebih lanjut, Yudhi berharap NUIC bisa menjadi sarana membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan antaranggota komunitas Muslim Indonesia di Jerman.

Dia berharap NUIC menjadi sumber inspirasi dan kebersamaan, tempat di mana orang-orang bisa saling belajar, bertukar pikiran, dan memperkuat silaturahmi.

“Semoga inisiatif kecil ini bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi banyak orang, serta menjadi pengingat bahwa teknologi dan nilai-nilai keislaman bisa saling melengkapi dan menguatkan,” harapnya.

Perlu diketahui, NU NRW adalah Majelis Wilayah Cabang yang merupakan bagian dari Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Jerman yang aktif dalam kegiatan sosial dan keislaman.

Khususnya dalam mendukung komunitas Muslim Indonesia di kawasan negara bagian Nordrhein-Westfalen (NRW).

Sementara Techbros GmbH adalah perusahaan teknologi berbasis di Düsseldorf, Jerman, yang didirikan oleh profesional asal Indonesia, berfokus pada inovasi digital dan solusi teknologi. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |