JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan mengisi radiator motor menggunakan air keran mungkin terlihat praktis karena mudah didapat. Namun, jika dilakukan terus-menerus, penggunaan air biasa dapat memengaruhi kondisi sistem pendingin dan berpotensi menimbulkan masalah pada mesin.
Radiator memiliki fungsi penting untuk menjaga temperatur mesin tetap dalam batas normal. Cairan pendingin bersirkulasi dari radiator menuju mesin untuk menyerap panas sebelum kembali didinginkan.
Baca Juga
Daftar Artis Kondangan ke Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovy, Raffi Ahmad hingga Ari Lasso!
Sebab itu, pemilik motor sebaiknya tidak sembarangan memilih cairan yang digunakan untuk mengisi sistem radiator. Dilansir dari laman Suzuki berikut ulasannya.
Air Keran Bisa Memicu Endapan
Baca Juga
Prabowo Terbang ke Riau Hari Ini, Pantau Langsung Karhutla di Sumatera
Air keran dapat mengandung mineral dan zat lain yang berpotensi meninggalkan endapan di dalam sistem pendingin. Jika digunakan dalam jangka panjang, endapan tersebut dapat menumpuk pada saluran radiator.
Penumpukan kerak berpotensi menghambat sirkulasi cairan pendingin. Akibatnya, proses pelepasan panas dari mesin bisa tidak bekerja secara optimal.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































