JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan kondisi Sungai Mahakam yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Kondisi itu mulai berdampak terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok ke Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Samarinda, Andri Rachmanto Wibowo mengatakan penurunan muka air Sungai Mahakam berdampak langsung terhadap transportasi air yang selama ini menjadi salah satu jalur utama untuk mengangkut penumpang, bahan pangan hingga BBM.
Baca Juga
Pramono Ungkap Kemarau Jakarta Berlangsung hingga 2027, Warga Diminta Waspada Kebakaran
"Dengan kondisi muka air sungai saat ini, transportasi air hanya dapat melayani hingga Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat," ujar Andri dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
Kondisi tersebut membuat distribusi bahan pangan dan BBM menuju Kabupaten Mahakam Ulu mengalami kendala. Jalur darat kini menjadi satu-satunya akses distribusi yang dapat digunakan untuk menuju wilayah tersebut.
Baca Juga
Viral Jutaan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Juwana Pati Mati Imbas Kemarau Ekstrem
Namun, penggunaan jalur darat membuat waktu tempuh distribusi menjadi jauh lebih panjang, yakni mencapai sekitar 2x24 jam. Terbatasnya akses distribusi tersebut turut berdampak terhadap ketersediaan BBM dan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































