JAKARTA, iNews.id – Turun mesin menjadi momok bagi pemilik sepeda motor karena membutuhkan pembongkaran mesin secara menyeluruh dan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kerusakan serius pada komponen internal seperti piston, ring piston, silinder, hingga crankshaft.
Padahal, kerusakan tersebut umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Kebiasaan perawatan yang kurang tepat dan penggunaan motor yang berlebihan menjadi penyebab utama mesin mengalami kerusakan hingga harus turun mesin.
Baca Juga
Ini Pemicu Konflik AS-Iran Terbaru, Perang Skala Penuh di Depan Mata
Turun mesin merupakan proses pembongkaran mesin untuk memeriksa sekaligus memperbaiki komponen internal yang rusak. Berbeda dengan servis ringan, proses ini membutuhkan waktu lebih lama karena melibatkan penggantian atau perbaikan komponen utama mesin.
Salah satu penyebab paling umum adalah terlambat mengganti oli mesin. Oli berfungsi sebagai pelumas, pendingin, sekaligus pembersih komponen mesin. Jika kualitas oli menurun karena tidak diganti sesuai jadwal, gesekan antar komponen akan meningkat sehingga mempercepat keausan.
Baca Juga
Kuasa Hukum Nadiem Makarim Kritik Putusan Hakim Kasus Chromebook: Banyak Fakta Sidang Diabaikan
Selain itu, jarang melakukan servis berkala juga dapat memicu kerusakan. Filter udara yang kotor, busi bermasalah, atau setelan klep yang tidak tepat membuat pembakaran tidak sempurna. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut memicu penumpukan kerak dan meningkatkan suhu mesin.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































