Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir

6 hours ago 3

WASHINGTON, iNews.id - Ada udang di balik batu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata punya tujuan lain untuk menyepakati perjanjian nuklir sipil dengan Arab Saudi. Trump mengajukan syarat, yakni Saudi harus menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Perjanjian Abraham.

Dalam posting-an di akun Truth Social, Kamis (23/7/2026), Trump juga mengatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak mengizinkan Saudi untuk melakukan pengayaan uranium sendiri. 

Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir

Baca Juga

Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir

Ini menjawab kekhawatiran para pakar nonproliferasi, kerja sama nuklir AS-Arab Saudi yang diberi nama Perjanjian 123 tersebut gagal untuk mencegah pengayaan uranium hingga level yang bisa digunakan untuk membuat senjata nuklir.

"Amerika Serikat tidak menentang fasilitas nuklir sipil (tidak diperkaya)," tulisnya.

Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil

Baca Juga

Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil

Dalam posting-an itu Trump menegaskan, kesepakatan tersebut akan disetujui oleh Kongres AS, namun sepenuhnya bergantung pada Arab Saudi, bersedia atau tidak bergabung dalam Perjanjian Abraham, menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

Sebelumnya, Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko lebih dulu meneken Perjanjian Abraham pada 2020 dan 2021, pada masa jabatan periode pertama Trump. 

Kejam! Israel Akan Kelilingi Penjara Tahanan Palestina dengan Banyak Buaya

Baca Juga

Kejam! Israel Akan Kelilingi Penjara Tahanan Palestina dengan Banyak Buaya

Para pejabat Saudi berkali-kali menegaskan, negaranya tak akan menormalisasi hubungan dengan Israel sampai Palestina mendapat kemerdekaan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |