Tips Mudik Lebaran 2025: Rencanakan Perjalanan Ramah Anak yang Nyaman dan Aman

1 week ago 12

JAKARTA, iNews.id - Tips mudik Lebaran 2025 menjadi hal yang penting untuk dipersiapkan, mengingat jutaan orang akan melakukan perjalanan ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. Tahun ini, Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 146,48 juta orang akan mudik, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 (28 Maret 2025)sedangkan puncak arus balik pada H+5 (6 April 2025).

Seperti tahun tahun sebelumnya, jumlah kendaraan mudik yang diminati masyarakat untuk mudik didominasi oleh kendaraan mobil pribadi sebesar 33,69 juta (23%) dan sepeda motor dua roda sebesar 12,74 juta (8,7%).

Mudik ke Tanah Bumbu Kalsel Naik Kapal Feri dari Pelabuhan Makassar

Baca Juga

Mudik ke Tanah Bumbu Kalsel Naik Kapal Feri dari Pelabuhan Makassar

Dari kondisi yang ada, maka bagi pemudik harus mempersiapkan semua kebutuhan dalam perjalanan termasuk kesiapan fisik dan mentala. Apalagi mudik bersama anggota keluarga membutuhkan persiapan tersendiri agar selama perjalanan aman, nyaman dan menyenangkan.

Mengingat kondisi cuaca juga harus diperhatikan dan perlu antisipasi dengan perencanaan yang tepat.

Bus Angkutan Mudik Lebaran Diperiksa Kelaikan Berkendara

Baca Juga

Bus Angkutan Mudik Lebaran Diperiksa Kelaikan Berkendara

Berikut tips mudik Lebaran 2025 yang bisa Anda praktikkan:

Tips Mudik Lebaran 2025

1. Informasi dan Perencanaan Perjalanan

Sebelum perjalanan dimulai, pastikan kendaraan tidak terisi penuh dengan barang, sehingga anggota keluarga dapat leluasa bergerak meski di dalam mobil. Ada baiknya menyiapkan alat perlengkapan dan juga informasi, mulai dari menyiapkan peta perjalanan, cek prakiraan cuaca, dan kondisi jalur mudik (banjir, longsor, kebakaran hutan, dan lain sebagainya).

158.488 Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol MBZ hingga H-6 Mudik Lebaran 2025

Baca Juga

158.488 Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol MBZ hingga H-6 Mudik Lebaran 2025

“Siapkan rute alternatif jika jalur utama terdampak bencana,” kata Ilma Sovri Yanti, Inisiator Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) saat dihubungi iNews.id, Rabu (26/3/2025).

Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, termasuk rem, ban, dan bahan bakar penuh. Unduh aplikasi darurat seperti BMKG, Peta Mudik, atau siaga bencana dari BNPB, serta akun resmi dari penyelenggara mudik.

Menkes Ingatkan Kecelakaan Penyakit Paling Mematikan saat Mudik, Istirahat Penting

Baca Juga

Menkes Ingatkan Kecelakaan Penyakit Paling Mematikan saat Mudik, Istirahat Penting

2. Peralatan Darurat

Bawa kotak P3K yang berisi plester, antiseptik, obat-obatan pribadi, nebulizer, inhaler, maupun tabung oksigen bagi yang memiliki penyakit khusus. Siapkan juga selimut, sweater, topi, sarung tangan, dan pakaian tebal jika menghadapi cuaca dingin.

Senter dan baterai cadangan atau tenda serta lampu emergency sangat penting untuk kondisi darurat. Jangan lupa peluit dan power bank untuk komunikasi jika sinyal lemah. Masker, payung, dan jas hujan juga perlu dibawa jika ada kabut asap atau hujan deras.

Pemprov Jabar Gelar Modifikasi Cuaca saat Mudik Lebaran 2025, Ini Alasannya

Baca Juga

Pemprov Jabar Gelar Modifikasi Cuaca saat Mudik Lebaran 2025, Ini Alasannya

3. Logistik dan Keperluan Pribadi

Siapkan air minum dan makanan ringan tahan lama seperti biskuit, roti, makanan kaleng, dan makanan kering.

"Jika harus membawa makanan masakan dari rumah yang bisa bertahan beberapa hari (rendang, goreng, abon). Jangan lupa membawa termos pemanas air jika harus menyiapkan susu dan makanan bayi dan balita,” tambah Ilma.

Menyiapkan obat dan kebutuhan bayi serta balita sangat penting. Pastikan tas yang berisi perlengkapan pakaian, selimut, popok, kebutuhan mandi hingga mainan maupun buku bacaan serta alat menggambar dan mewarnai sudah siap.

Uang tunai secukupnya juga perlu disiapkan karena ATM bisa tidak berfungsi saat bencana. Baju ganti dan selimut sebaiknya disiapkan dalam tas ransel atau koper yang mudah dijangkau untuk dibawa jika harus mengungsi.

“Berhentilah di tempat atau kota yang dilalui untuk istirahat bermalam, baik di penginapan maupun jalur searah dengan saudara atau kerabat di wilayah yang dilalui. Selain sekaligus bersilaturahmi juga menjaga fisik tetap sehat terutama jika membawa bayi dan balita atau ibu hamil dan lansia,” ungkapnya.

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |