JAKARTA, iNews.id - Tren lari dan target 10.000 langkah sehari tengah marak di kalangan masyarakat perkotaan. Namun, bagi sebagian orang, terutama yang memasuki usia 30-an, olahraga lari setiap hari justru dapat memicu nyeri pada lutut dan persendian.
Dokter Spesialis Urologi, dr Andika Afriansyah, membagikan pandangannya mengenai tren olahraga tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dia menilai aktif bergerak tetap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tetapi masyarakat tidak perlu memaksakan diri mengejar target 10.000 langkah.
Baca Juga
Bakar Lahan Berujung Penjara, 6 Tersangka Karhutla di OKU Timur Terancam 15 Tahun
Menurut dr Andika, berjalan kaki sebanyak 7.000 langkah sehari sudah memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Bahkan, aktivitas tersebut disebut berkaitan dengan penurunan risiko kematian dibandingkan kebiasaan minim bergerak.
"Jalan kaki 7.000 langkah sehari itu dapat menurunkan risiko kematian bahkan sampai 40 persen dibandingkan orang yang mager seharian,” kata dr Andika, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga
Bos Judi Kasino di Batam Jadi Tersangka, Dijerat Pasal Pencucian Uang
Dia kemudian menceritakan pengalamannya melihat tren lari yang semakin populer di kalangan anak muda hingga orang dewasa. Menurutnya, mengejar target langkah dengan berlari setiap hari tidak selalu cocok untuk semua orang.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































