JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjaga etika, komunikasi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya video terkait proses koordinasi dan pendistribusian bantuan logistik di Kabupaten Manggarai Timur.
Suharyanto menegaskan, penanganan bencana merupakan kerja bersama yang membutuhkan komunikasi dan koordinasi antarpihak. Dalam kondisi darurat, setiap unsur di lapangan diminta tetap menjaga tata krama kedinasan serta menyelesaikan persoalan melalui dialog.
Baca Juga
BMKG: 6.409 Gempa Susulan Guncang NTT Pascagempa M7,7, 139 Dirasakan
“Dalam situasi bencana, kita semua sedang bekerja untuk masyarakat. Karena itu, mari kita jaga etika, komunikasi, dan sikap saling menghormati. Kalau ada persoalan di lapangan, kita selesaikan bersama dengan komunikasi yang baik,” ujar Suharyanto, dikutip Senin (24/8/2026).
Baca Juga
Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Penanganan Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT
Menurutnya, ASN, TNI, Polri, relawan, hingga seluruh unsur pelayanan publik memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak bencana. Karena itu, perbedaan pandangan maupun kendala teknis yang terjadi selama proses penanganan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, bukan menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Terkait distribusi bantuan, BNPB memastikan dukungan pemerintah pusat terus bergerak secara bertahap. Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan dan hasil pendataan di lapangan, termasuk bantuan yang diarahkan Presiden untuk mempercepat penanganan dampak gempa di NTT.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































