JAKARTA, iNews.id - Xpeng belum berencana menghadirkan mobil hybrid ke Indonesia meski telah memiliki teknologi Extended Range Electric Vehicle (EREV) di pasar global. Pabrikan asal China tersebut masih menunggu kepastian regulasi dan kebijakan insentif dari pemerintah sebelum membawa model hybrid ke pasar Tanah Air.
Di tengah wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kendaraan hemat energi seperti mobil hybrid dan listrik diperkirakan bakal semakin diminati masyarakat. Meski demikian, Xpeng menilai kepastian aturan pemerintah tetap menjadi faktor utama dalam menentukan strategi peluncuran produk baru.
Baca Juga
Hakim Ungkap Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi Laptop Chromebook Rp1,5 Triliun
Saat ini, Xpeng memilih fokus mengembangkan pasar kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV). Segmen tersebut dinilai memiliki dukungan regulasi dan insentif yang lebih jelas dibandingkan kendaraan hybrid.
CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto mengatakan perusahaan masih memantau arah kebijakan pemerintah terkait kendaraan hybrid sebelum mengambil keputusan memasarkan model EREV di Indonesia.
Baca Juga
KPK: OTT di Kuansing Riau terkait Dugaan Suap Jual Beli Jabatan Sekda
"Saat ini kami masih menunggu regulasi. Kami masih mempertimbangkan aturan dan insentif pemerintah terkait dengan mobil hybrid. Saat ini, fasilitas dan kemudahan insentif lebih difokuskan pada kendaraan listrik (BEV)," ujar Djohan Sutanto dalam wawancara, Minggu (30/6/2026).
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































