MEDAN, iNews.id - Pemulihan usaha masyarakat setelah bencana membutuhkan waktu lebih panjang dari sekadar penyaluran bantuan awal. Selain memperbaiki tempat usaha dan aset yang rusak, pelaku UMKM perlu kembali memiliki modal kerja, memulihkan produksi, membangun pasar, dan menghasilkan pendapatan.
Untuk mendukung pemulihan tersebut, Kementerian UMKM menyiapkan program rehabilitasi ekonomi secara bertahap hingga 2028, dengan anggaran lebih dari Rp618 miliar pada 2026, Rp622 miliar pada 2027 dan Rp21 miliar pada 2028.
Baca Juga
Konsolidasi Dini, Perindo Surakarta Targetkan Kursi di Setiap Dapil pada Pemilu 2029
Berdasarkan data Kementerian UMKM, lebih dari 498 ribu UMKM di 50 kabupaten/kota dan 4.310 desa di tiga provinsi tercatat terdampak bencana. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 285 ribu UMKM di Aceh, 117 ribu UMKM di Sumatera Utara, dan 95 ribu UMKM di Sumatera Barat.
Anggota DPRD Kota Medan dari Partai Perindo, Binsar Simarmata, mengapresiasi langkah pemerintah yang menyiapkan pemulihan secara bertahap hingga 2028. Menurut dia, pendekatan tersebut penting karena dampak bencana terhadap UMKM tidak berhenti setelah bantuan awal disalurkan.
Baca Juga
Jaring Talenta Muda, Perindo Cup 2026 Diikuti 72 Klub se-Kalimantan Barat
“Saya mengapresiasi langkah Kementerian UMKM yang menyiapkan pemulihan ekonomi secara bertahap hingga 2028. Pendekatan ini penting karena dampak bencana tidak berhenti setelah bantuan awal, sementara pelaku usaha masih harus memulihkan stok, peralatan produksi, arus kas, dan pasar,” kata Binsar dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































