Bejat! Oknum Guru Ngaji di Cilacap Sodomi 24 Bocah Laki-Laki, Beraksi Sejak 2015

8 hours ago 2

CILACAP, iNews.id – Seorang oknum guru ngaji di Kabupaten Cilacap berinisial WR (39) ditangkap polisi atas kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan anak di bawah umur. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di kediamannya di Kelurahan Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Wakapolresta Cilacap, AKBP Endro Ariwibowo mengatakan, kasus asusila berskala besar ini akhirnya terungkap setelah salah satu orang tua korban merasa curiga melihat perubahan sikap anaknya. Korban mendadak enggan pergi mengaji ke masjid lantaran takut bertemu dengan pelaku.

Sering Nonton Video Porno Sesama Jenis, Alasan Penjual Kebab Sodomi 3 Bocah di Bogor

Baca Juga

Sering Nonton Video Porno Sesama Jenis, Alasan Penjual Kebab Sodomi 3 Bocah di Bogor

Setelah dibujuk secara perlahan oleh orang tuanya, korban akhirnya berani mengaku telah menjadi korban perbuatan tak senonoh dari pelaku WR. 

“Orang tua korban langsung melaporkan kejadian ini ke Mako Polresta Cilacap,” katanya, Jumat (14/8/2026).

Bejat! Ini Motif Penjual Kebab Sodomi 3 Bocah di Bogor

Baca Juga

Bejat! Ini Motif Penjual Kebab Sodomi 3 Bocah di Bogor

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata wakapolres, aksi keji yang dilakukan pelaku telah menelan korban hingga 24 anak laki-laki yang merupakan murid mengajinya sendiri. 

Dalam menjalankan aksi bejatnya, pelaku memanfaatkan posisinya sebagai guru ngaji serta pengurus masjid setempat. Pelaku merayu para korban yang masih di bawah umur dengan iming-iming uang jajan.

Usai melakukan aksi sodomi, pelaku melontarkan ancaman psikologis kepada para korban bahwa mereka akan tertimpa musibah apabila berani menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain atau orang tua mereka.

Wakapolres mengungkapkan, aksi pencabulan tersebut dilakukan secara berulang kali sejak tahun 2015 hingga Juli 2026. Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di dalam bangunan masjid serta kamar rumah pribadi milik pelaku.

"Pelaku mengancam korban akan mendapat musibah jika menceritakan aksi tersebut kepada orang lain. Karena ketakutan, para korban yang semuanya anak laki-laki di bawah umur tidak berani melapor," ujar AKBP Endro Ariwibowo.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |