JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) menyiapkan sejumlah langkah stabilisasi di pasar keuangan untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap sesuai dengan kondisi fundamentalnya di tengah tekanan geopolitik global.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi faktor eksternal serta kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri.
Baca Juga
Rupiah Ditutup Melemah 3 Hari Berturut-turut, Ini Penyebabnya
“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya, melalui pengelolaan struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market, serta memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar dan kecukupan likuiditas melalui transaksi underlying untuk swap lindung nilai dengan perolehan insentif," ucap Erwin dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Erwin menambahkan, tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari ketidakpastian global, terutama akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang membuat harga minyak dunia bertahan di atas 100 dolar AS per barel.
Baca Juga
Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.696 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Kondisi ini meningkatkan risiko inflasi global sekaligus memberikan tekanan terhadap outlook fiskal. Di dalam negeri, nilai tukar juga dipengaruhi pemenuhan kebutuhan valas importir dan arus keluar dana (outflow) dari portofolio aset domestik.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































