JAKARTA, iNews.id - Budaya makan bersama banyak diterapkan di keluarga Asia. Di Indonesia, tradisi makan bersama bisa dijumpai di bulan Ramadhan.
Ya, momen buka puasa bersama dengan keluarga menjadi hal yang paling dirindukan oleh setiap umat Muslim. Di momen tersebut, antara satu orang dengan yang lainnya bisa saling menyebarkan energi positif yang pada akhirnya berdampak baik pada setiap individu.

Baca Juga
Infografis Doa Menyambut Ramadhan Penuh Berkah dan Ampunan
Bahkan, menurut Vice President, Office of Health and Wellness Chair, Herbalife dr Luigi Gratton, makan bersama menjadi salah satu faktor mempromosikan kesejahteraan fisik dan mental.
"Di banyak budaya Asia, makan bersama adalah pusat kehidupan sosial, berfungsi sebagai ritual harian yang memperkuat ikatan keluarga dan menjaga tradisi budaya," kata dr Luigi dalam keterangan resminya, Kamis (27/2/2025).

Baca Juga
Tradisi Meugang Sambut Ramadhan, Harga Daging Sapi di Bireuen Naik Jadi Rp190.000 Per Kg
Dia melanjutkan, "Dalam beberapa tahun terakhir, konsep makan bersama telah diperluas untuk mencakup aktivitas yang berfokus pada kesehatan, seperti lokakarya nutrisi dan kebun komunitas."
Di lihat dari perspektif sosial, makan bersama menawarkan ruang bagi anggota keluarga untuk berbagi makanan, menerima saran nutrisi yang dipersonalisasi, dan saling mendukung dalam perjalanan kesehatan mereka.