JAKARTA, iNews.id - BYD akan memperluas jaringan Flash Charging ke luar China dengan target membangun 6.000 stasiun pengisian daya ultra cepat (flash charging) secara global. Lantas, apakah Indonesia masuk dalam rencana ekspansi tersebut?
BYD sebelumnya mengumumkan rencana menghadirkan jaringan Flash Charging secara global. Dari total 6.000 stasiun yang akan dibangun di luar China, sekitar 3.000 unit ditargetkan berada di Eropa.
Baca Juga
Pramono Bantah CCTV Dimatikan saat Kericuhan Demo 27 Agustus: Semua Termonitor
Teknologi Flash Charging BYD mampu menyalurkan daya hingga 1.500 kW melalui satu konektor. BYD mengklaim teknologi tersebut dapat mengisi baterai dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam lima menit, sedangkan pengisian dari 10 persen hingga 97 persen membutuhkan sekitar sembilan menit pada kondisi tertentu.
Untuk pasar Eropa, BYD telah mulai memasang Flash Charging. Stasiun tersebut menggunakan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar internasional.
Baca Juga
Cegah Stunting Sejak Dini, PT Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia
Indonesia Masuk Radar BYD
Indonesia ternyata tidak luput dari rencana pengembangan Flash Charging BYD. Perusahaan dilaporkan tengah menyiapkan pembangunan jaringan pengisian ultra cepat di Tanah Air.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































