Cara Unik Batang Dongkrak Budaya Baca Bagi Pengunjung Perpustakaan

15 hours ago 4

Batang, infojateng.id – Ada cara unik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak. Pemkab menyiapkan hadiah berupa es krim bagi warga yang meminjam buku di perpustakaan.

Program tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat membuka Festival Literasi 2026 di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang, Senin (14/9/2026).

Faiz mengatakan, sebanyak 50 es krim akan dibagikan setiap hari kepada peminjam buku selama satu bulan.

“Strategi manis ini untuk merangsang minat baca sejak dini. Setiap hari kami siapkan 50 es krim bagi peminjam buku selama sebulan ke depan, sehingga total ada 1.500 es krim,” kata Faiz.

Program tersebut diharapkan menjadi pemantik agar masyarakat, terutama anak-anak, lebih tertarik datang ke perpustakaan dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan.

Minat Baca Anak Dinilai Sudah Tumbuh

Bunda Literasi Batang Faelasufa Faiz Kurniawan mengatakan, ketertarikan anak terhadap buku sebenarnya sudah terlihat sejak usia dini.

Menurutnya, anak-anak PAUD di Batang menunjukkan antusiasme ketika mengikuti kegiatan membaca maupun mendengarkan cerita. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun budaya literasi sejak awal.

“Iya, menurut saya sekarang banyak anak-anak tuh yang suka baca. Dulu zaman saya TK jarang banget kan kita baca buku di TK, atau lihat orang-orang baca buku di TK. Sekarang kalau saya ke PAUD-PAUD di Batang, anak-anaknya itu sangat antusias ketika kami bercerita,” ujar Faelasufa.

Namun, dia menilai tantangan terbesar justru muncul ketika anak-anak beranjak dewasa. Minat baca dapat menurun apabila tidak didukung lingkungan keluarga maupun akses terhadap bahan bacaan.

“Bisa jadi, karena memang dukungan ekosistem keluarganya nggak ada, nggak ada inspirasi di rumahnya, atau infrastruktur yang tersedia di sekeliling mereka juga limited, kurangnya buku-buku yang ada,” jelasnya.

Sak Minggu Sak Buku Perluas Akses Bacaan

Pemkab Batang juga menjalankan gerakan Sak Minggu Sak Buku untuk memperluas budaya literasi hingga tingkat desa.

Faelasufa menjelaskan, program tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat dalam mengakses buku. Salah satu persoalan yang ditemukan adalah keterbatasan koleksi buku di sejumlah sekolah.

Namun, persoalan tersebut mulai diatasi melalui kolaborasi antara perpustakaan desa dan komunitas baca.

“Untuk program Sak minggu Sak buku sendiri, itu adalah salah satu hal yang kami ciptakan untuk menggerakkan budaya literasi di masyarakat. Ketika itu diimplementasikan ya kita jadi tahu ada masalah-masalah misalkan, ‘Oh sekolah kita bukunya terbatas,’ seperti itu,” katanya.

Menurut Faelasufa, kolaborasi tersebut membuat anak-anak tetap memiliki akses terhadap bahan bacaan meski koleksi buku di sekolah terbatas.

“Tapi alhamdulillah dengan kolaborasi dengan perpustakaan desa, dengan komunitas baca setempat di desa-desa tersebut masih bisa berjalan, mereka bisa dapat akses buku-buku yang lebih banyak,” pungkasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |