Rutan Pekalongan Temukan 15 Suspek TBC dari Hasil Skrining

10 hours ago 2

Kota Pekalongan, infojateng.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan memperkuat pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) melalui skrining kesehatan bagi petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Hasil skrining dan pemeriksaan radiologi terhadap 200 peserta menemukan 15 orang masuk kategori suspek TBC. Seluruhnya langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Tes Molekuler Cepat (TMC) untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan berikutnya.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (4–5/9), dengan melibatkan petugas dan WBP. Selain skrining TBC dan pemeriksaan kesehatan dasar, peserta juga mendapat penyuluhan mengenai penyakit menular.

Edukasi meliputi gejala TBC, cara penularan, langkah pencegahan, hingga pentingnya menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara tuntas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, mengatakan deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran TBC.

“Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penularan TBC. Kami mengajak warga binaan menjaga kebersihan, mengenali gejala, dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan yang mengarah pada TBC,” ujarnya.

Dari 200 peserta yang menjalani skrining dan pemeriksaan radiologi, sebanyak 15 orang terindikasi suspek TBC. Rinciannya, empat orang ditemukan pada hari pertama dan 11 orang pada hari kedua.

Peserta yang masuk kategori suspek kemudian menjalani pemeriksaan TMC. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan diagnosis sekaligus menentukan tindak lanjut penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Kegiatan melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, RSUD Bendan Kota Pekalongan, Puskesmas Kusuma Bangsa, serta petugas kesehatan Rutan Pekalongan.

Pada hari kedua, peserta juga mendapatkan layanan VCT sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan Nanang Adi Susanto mengatakan skrining tersebut merupakan bentuk komitmen Rutan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada petugas dan warga binaan.

“Pelaksanaan CKG dan skrining TBC ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan sekaligus mendukung program pemerintah. Kami berharap melalui deteksi dini ini, potensi penularan TBC dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Menurut Nanang, sinergi lintas sektor dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan Rutan yang sehat. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan juga dipastikan mendapatkan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |