Semarang, infojateng.id – Mantan bawahan Presiden Prabowo Subianto, Fauka Noor Farid, dinobatkan sebagai Ketua Pembina Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Lindu Aji yang merupakan ormas terbesar di Jawa Tengah.
Penunjukkan Fauka sebagai Pembina Lindu Aji ini resmi ditetapkan pada Kongres III DPP Lindu Aji yang digelar di Semarang pada 13 Agustus 2026, yang kemudian secara resmi diikuti pelantikan kepengurusan DPP Lindu Aji 2026-2031 di Taman Lumbini Candi Borobudur, Magelang, Minggu (13/9/2026).
Sosok Fauka Noor Farid yang memiliki rekam jejak sebagai mantan anggota Tim Mawar Kopassus bentukan Prabowo ini menjadi hal baru bagi seluruh anggota Ormas Lindu Aji yang didominasi dari kalangan marjinal dari tukang parkir, sekuriti maupun preman.
“Baru dengar sosoknya, katanya bekas dari militer, anak buahnya Pak Prabowo. Ya senang-senang saja semoga bisa membawa kesejahteraan buat anggota dengan program-programnya,” kata Pingit, anggota Lindu Aji dari Semarang.
“Yang penting peduli dan tahu yang dibutuhkan anggota. Kita ini sejak dulu setiap dan siap diperintah apa saja dengan Pendiri almarhum pak Ikhwan Ubaidillah dan jajaran petinggi,” ujar Seno, anggota Lindu Aji dari Kendal.
Bagi Fauka sendiri, masuknya dirinya pada Ormas Lindu Aji menjadi tantangan dan ajang pembuktian untuk mengabdi ke bangsa dan negara lewat Ormas.
“Ini tantangan saya, bagaimana mengubah imej Lindu Aji ini yang identik dengan preman supaya menjadi organisasi yang bermanfaat di masyarakat. Kita akan buat Koperasi untuk membantu mengendalikan harga sembako, mendampingi TNI-Polri dalam kamtibmas hingga membantu penyelenggaraan MBG dan Kopdes Merah Putih untuk lebih baik,” sebut Fauka usai acara pelantikan.
Disinggung soal sepak terjang polemik Ormasi GRIB yang ikut sebagai PAM Swakarsa Polri dan TNI pada demo Agustus lalu, Fauka menjelaskan bila kegiatan Lindu Aji pada Kamtibmas akan ditentukan oleh kordinasi aparat Polri dan TNI di setiap daerah.
“Kita kan punya banyak DPC di seluruh Jateng, jadi tugas Kamtibmasnya diatur dan dikoordinasikan dengan Kodim dan Polres daerah setempat. Tidak boleh menjadi “APH” sendiri dan arogan,” lanjut Fauka yang purnawirawan sebagai anggota TNI dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel itu.
Lindu Aji sendiri awalnya merupakan sekumpulan orang yang didirikan Ikhwan Ubaidillah pada tahun 1989.
Dalam perkembangannya, Lindu Aji berubah menjadi Yayasan Sosial dan akhirnya menjadi Ormas pada tahun 2015 dengan anggota sebanyak 100 ribu orang. (eko/redaksi)

1 day ago
6
















































