Food Truck Warga Curi Perhatian di Taman KEK Industropolis Batang

1 day ago 8

Batang, infojateng.id – Ramainya kunjungan ke Taman Tematik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mulai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) LKD Kecamatan Gringsing memanfaatkan peluang tersebut dengan menghadirkan deretan food truck sebagai unit usaha baru.

Kehadiran food truck tersebut mendapat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari pengelola kawasan industri.

Unit usaha itu sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk memasarkan produk makanan dan olahan UMKM dari desa-desa di Kecamatan Gringsing.

Camat Gringsing Ridho Budhi Kurniawan mengatakan, geliat ekonomi di sekitar kawasan KEK Industropolis Batang terus berkembang sehingga menjadi peluang yang perlu ditangkap masyarakat lokal.

“Jadi menurut kami, food truck dan ini juga atas diskusi kita dengan KITB bahwasanya kawasan yang memiliki daya tarik ini sungguh sangat disayangkan manakala kita tidak menangkap peluang usaha,” kata Ridho saat ditemui di Taman Tematik KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, pemilihan konsep kedai bergerak ini pun tak lepas dari efisiensinya. Keberadaan unit usaha tersebut memungkinkan 15 desa yang tergabung dalam Bumdesma Gringsing mengembangkan usaha secara lebih dinamis.

“Kalau food truck itu kan menurut kami mobilitasnya bisa lebih fleksibel daripada kita berada di satu stan ataupun satu tempat. Sementara ini kita berfokus di KITB karena ini kan juga bagian dari salah satu unit usaha yang ada di Bumdesma,” jelasnya.

Pengembangan unit usaha tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pengelola kawasan industri dan pemerintah desa di Kecamatan Gringsing.

Empat Food Truck Disiapkan

Kepala Desa Krengseng Aprilianto mengatakan, total terdapat empat unit food truck yang disiapkan untuk mendukung usaha tersebut. Dua unit di antaranya belum berada di lokasi dan biasanya baru datang pada sore hari.

“Posisinya ada empat. Tidak dua tapi empat. Cuma yang dua memang belum sampai sini, biasanya sore,” ujarnya.

Aprilianto menjelaskan, program tersebut bermula dari peluang kerja sama CSR yang ditawarkan manajemen kawasan kepada desa-desa sekitar, termasuk wilayah Gringsing dan Banyuputih.

“Food truck ini posisinya memang salah satu bentuk CSR dari Industri Batang atau Industropolis Batang yang kerja sama dengan Bumdesma LKD di wilayah Kecamatan Gringsing, yang dipelopori oleh Pak Camat,” terangnya.

Untuk satu unit food truck, biaya pemesanan disebut mencapai sekitar Rp80 juta hingga Rp90 juta. Nilai tersebut masih ditambah kebutuhan aksesori penunjang sekitar Rp20 juta.

Namun, investasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk penjualan makanan. Food truck juga menjadi sarana pemasaran produk UMKM masyarakat desa.

“Yang jualan untuk sementara posisinya yang di atas. Yang di atas warga. Kemudian juga makanan-makanan yang ada itu juga titipan-titipan dari warga. Jadi bentuk dari warga-warga yang nitip-nitip UMKM yang ada di desa-desa,” kata Aprilianto.

Operasional food truck disesuaikan dengan waktu kunjungan masyarakat, yakni mulai pukul 14.30 hingga 19.30 WIB, terutama saat akhir pekan.

Menurut Aprilianto, respons masyarakat sejauh ini cukup positif meski taman tematik tersebut baru dibuka sekitar sepekan.

“Syukur alhamdulillah, karena taman tematik ini baru dibuka, lumayan bahasanya. Cuma tidak tahu ini perkembangannya, ini baru satu minggu,” ungkapnya.

Pengunjung Nikmati Pemandangan Laut

Daya tarik taman tematik yang menyuguhkan pemandangan lepas pantai ini turut diakui pengunjung.

Endah (73), warga Kauman Batang, yang datang memboyong rombongan Dasawisma (Dawis) mengaku betah berlama-lama di sana.

“Sudah dua kali ke sini. Memang pemandangan luar biasa, bisa melihat laut. Kalau ke sini lebih enak sore hari, tidak panas,” tuturnya.

Keberadaan food truck pun menjadi penyempurna pengalaman wisata tipis-tipis bagi pengunjung seperti Endah. Apalagi dengan adanya food truck membantu untuk membeli jajan, tidak jauh dan harganya terjangkau. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |