Gagal di Karantina, Syarifah Comeback dengan Semangat Membara di Audisi PB Djarum 2026

1 day ago 7

KUDUS, infojateng.id – Kekalahan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjuangan. Bagi Syarifah Adshila Nugroho, kegagalan justru menjadi alasan untuk kembali berdiri, berlatih lebih keras, dan datang dengan keyakinan yang berbeda.

Peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 asal PB Champion Reborn Yogyakarta itu kembali menginjak lapangan GOR Djarum, Jati, Kudus.

Tahun lalu, langkah Syarifah memang terhenti di tahap karantina. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bekal berharga untuk kembali mengejar mimpi menjadi bagian dari keluarga besar PB Djarum.

Pada Sabtu (12/9/2026), semangat berbeda diperlihatkan Syarifah. Bertanding di babak 32 besar KU-12 Putri, ia harus melewati pertandingan panjang sebelum akhirnya memastikan kemenangan atas Riezqy Magisthira Nasruddin dari PB Champion Klaten.

Sempat kehilangan gim pertama dengan skor 12-21, Syarifah bangkit. Ia merebut gim kedua 21-17 sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 21-10 pada gim penentuan.

Pertandingan tersebut menjadi gambaran bagaimana Syarifah mencoba menunjukkan satu hal yang tahun lalu masih dianggap kurang dari dirinya: semangat bertanding.

“Waktu itu gak berhasil masuk PB Djarum karena tim pelatihnya merasa aku tampil kurang semangat. Jadi sekarang aku mencoba lebih siap di atas lapangan,” ujar Syarifah.

Kegagalan tersebut rupanya terus ia ingat. Bukan untuk disesali, melainkan sebagai bahan evaluasi.

Selain mempersiapkan fisik, Syarifah menyadari bahwa kemampuan mengontrol diri dan membangun kepercayaan diri juga menjadi bagian penting yang harus diperbaiki. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya telah belajar dari kegagalan sebelumnya.

“Secara fisik juga harus ditingkatkan. Selain itu juga harus tetap bisa mengontrol diri dan lebih percaya diri,” katanya.

Menariknya, perjuangan Syarifah di Audisi Umum PB Djarum 2026 kali ini harus dijalani tanpa ditemani orang tua.

Situasi tersebut justru membuat motivasinya semakin kuat. Ia ingin membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa kekurangan yang membuatnya gagal tahun lalu mampu diperbaiki.

“Sekarang aku ke sini tanpa ditemani orang tua. Jadi lebih terpacu untuk membuktikan diri kalau aku bisa memperbaiki apa yang kurang tahun lalu,” tuturnya.

Tekad itu pula yang membuat Syarifah berusaha menikmati setiap pertandingan. Baginya, setiap kesempatan di lapangan adalah peluang untuk menunjukkan perkembangan yang telah dilakukan selama setahun terakhir.

“Jadi aku akan memaksimalkan di audisi kali ini,” tegasnya.

Semangat Syarifah rupanya menjadi perhatian Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026.

Anggota Tim Pencari Bakat sektor putri, Maria Kristin Yulianti, menyebut daya juang menjadi salah satu aspek penting yang diamati selain hasil pertandingan.

Menurut Maria Kristin, peserta yang gugur di babak turnamen pun masih memiliki peluang mendapatkan Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat.

Mereka tidak hanya dinilai berdasarkan kemenangan atau kekalahan, tetapi juga kerja keras dan semangat yang ditunjukkan selama bertanding.

“Kami melihat kerja keras dan daya juang mereka di lapangan, jadi tidak hanya hasil akhir semata,” ujar peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 tersebut.

Karena itu, perjuangan Syarifah belum selesai. Kemenangan di babak 32 besar menjadi satu langkah, tetapi perjalanan menuju PB Djarum masih panjang.

Pada Minggu (13/9/2029), Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus memasuki tahapan akhir fase turnamen. Untuk sektor putri, Super Tiket melalui jalur turnamen diberikan kepada peserta yang mampu mencapai babak final.

Namun, peluang tetap terbuka bagi mereka yang belum mencapai target tersebut. Tim Pencari Bakat dapat memberikan Super Tiket kepada peserta, yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang menjadi atlet berkualitas di masa mendatang.(rif/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |