Sidak SPPG Sukorejo 2 Blora, Wakil BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen

1 day ago 7

Blora, infojateng.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn.) Trenggono mengambil tindakan tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Tondakan tegas itu dilakukan karena SPPG tersebut diduga kuat berkaitan dengan kejadian keracunan pelajar setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Trenggono mencopot Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2, Afif Djaelani, dan menyatakan dapur tersebut akan dikenai sanksi hingga suspend permanen setelah proses investigasi selesai.

Hal itu disampaikan Trenggono saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Sukorejo 2, Jumat (11/9/2026).

Dalam kunjungannya, Ia didampingi Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini selaku Ketua Satgas MBG, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra Tirtaka, Dandim 0721 Blora Letkol Kav. Yudhi Agus Setiyanto, serta jajaran Dinas Kesehatan dan Forkopimcam Tunjungan.

Setibanya di lokasi, Trenggono bersama rombongan memeriksa kondisi bangunan dan operasional dapur. Evaluasi kemudian dilakukan langsung di dalam dapur bersama Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Blora, Artika Diannita.

Dalam pemeriksaan tersebut, Trenggono menilai kondisi dapur SPPG Sukorejo 2 sangat tidak layak dan menemukan banyak prosedur operasional standar (SOP) yang tidak dijalankan.

“Perlu saya sampaikan bahwa ini ada kejadian fatal yakni keracunan makanan (MBG) di Blora (SPPG Sukorejo 2 Tunjungan). Untuk dapur ini harus diberikan tindakan tegas. Kita suspend berat hingga suspend permanen. Saya lihat dapurnya sangat-sangat tidak layak, cukup jelek dan banyak sekali SOP yang tidak dilaksanakan,” tegas Trenggono.

Ia mengatakan keputusan suspend permanen akan dilakukan setelah investigasi selama 30 hari.

“Nanti setelah investigasi 30 hari, langsung kita suspend permanen,” imbuhnya.

Selain sanksi terhadap dapur, BGN juga mencopot kepala dapur karena dinilai tidak menjalankan tugas dan tidak mematuhi SOP.

“Kemudian kepala dapurnya juga jelas akan kita copot karena dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik, tidak patuh pada SOP,” lanjut Trenggono.

Trenggono juga menyampaikan kondisi para korban yang mengalami dugaan keracunan MBG mulai membaik. Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Blora dalam menangani para korban.

“Yang utama adalah, kami ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan Bu Wakil Bupati selaku Ketua Satgas, yang telah bergerak cepat sehingga semuanya dapat tertangani dengan baik. Alhamdulillah semua korban sudah mulai membaik, tinggal beberapa yang masih di rumah sakit kondisinya juga berangsur pulih,” ujarnya.

Sebelum melakukan sidak, Trenggono sempat menjenguk dua korban yang masih menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soetijono Blora dan satu korban di RS PKU Muhammadiyah Blora.

Ketiga korban tersebut dilaporkan berangsur pulih dan masih menunggu jadwal kepulangan dari dokter.

Terkait kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum dalam kasus tersebut, Trenggono mengatakan BGN masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium.

“Kita lihat dulu apakah ada unsur kesengajaan yang mengakibatkan kejadian ini. Kalau memang ada unsur pidananya ya akan kita tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hasil laboratoriumnya juga masih diproses, sabar ya,” katanya.

Sementara Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan terima kasih atas kedatangan Wakil Kepala BGN untuk melakukan monitoring dan sidak secara langsung.

Menurutnya, masih terdapat koordinator MBG yang minim komunikasi dengan unsur pimpinan daerah. Karena itu, Pemkab Blora mendorong adanya forum evaluasi bersama yang melibatkan lintas sektor.

“Terima kasih Pak Wakil Kepala BGN yang sudah berkenan hadir ke Blora dan memberikan teguran keras kepada SPPG yang tidak sesuai standar. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk seluruh SPPG. Kita tidak ingin peristiwa seperti ini terjadi lagi,” kata Arief.

Kasus dugaan keracunan tersebut bermula pada Senin (7/9/2026). Ratusan siswa SMA Negeri 1 Tunjungan mengalami sejumlah keluhan seperti tidak enak badan, perut mulas hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Sukorejo 2.

Pada saat kejadian, SPPG Sukorejo 2 mendistribusikan menu nasi ayam woku, tumis brokoli, lalapan, dan buah apel.

Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 Afif Djaelani membantah adanya kesengajaan dalam kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi.

“Menunya kemarin ayam woku, sambal lalapan, brokoli, dan buahnya apel. Kami tidak ada kesengajaan. Kami menunggu hasil investigasi saja,” ujarnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |