Cetak Generasi Pelestari Budaya Lewat Lomba Karawitan Pelajar

1 day ago 6

Sragen, infojateng.id – Alunan instrumen gamelan dan tembang Jawa menggema di Pendopo Sumonegaran, Kompleks Rumah Dinas Bupati Sragen, Kamis (18/6/2026).

Momentum tersebut menandai dibukanya Lomba Karawitan Pelajar yang digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen.

Sebanyak 29 kelompok pelajar ambil bagian dalam ajang tersebut, terdiri atas 23 kelompok tingkat Sekolah Dasar (SD) dan enam kelompok tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selain lomba karawitan, kegiatan juga dimeriahkan dengan pameran lukisan Garuka (Gala Rupa untuk Sukowati).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen, Purwanti, mengatakan lomba karawitan menjadi salah satu upaya menanamkan kecintaan terhadap seni budaya tradisional kepada generasi muda sejak dini.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang seni karawitan, khususnya bagi pelajar SD dan SMP,” ujarnya.

Menurut Purwanti, karawitan merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa, yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus, agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Ayo kita berdayakan potensi ini agar tidak punah. Kekayaan budaya bangsa menggambarkan kekuatan kita dalam membina, mengembangkan, dan mendidik generasi muda agar berkarakter, serta mampu menciptakan lingkungan yang berbudaya dan bermartabat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Disdikbud Sragen, Johny Adhi Aryawan, menjelaskan bahwa lomba tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan prestasi di bidang seni tradisional.

“Lomba ini menjadi wahana untuk mendorong anak-anak mencetak prestasi di bidang seni karawitan, sekaligus sebagai upaya regenerasi pelestari seni karawitan di Kabupaten Sragen sejak usia dini,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Tim Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Sugiyanti. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan budaya lokal di lingkungan sekolah, tetapi juga memperkenalkan seni tradisional kepada masyarakat luas.

“Tujuannya untuk ikut melestarikan budaya lokal di lingkungan sekolah serta menjaga kelestarian budaya yang ada di Kabupaten Sragen sebagai identitas budaya bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, lomba karawitan juga menjadi sarana edukasi dan hiburan yang membuktikan bahwa seni tradisional masih diminati kalangan pelajar.

“Lomba karawitan pelajar ini sangat dinantikan dan perlu terus diapresiasi maupun dipentaskan agar seni tradisional tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Lomba karawitan pelajar tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan regenerasi seniman muda sekaligus menjaga keberlangsungan seni budaya Jawa di Kabupaten Sragen.

Adapun dewan juri dalam perlombaan tersebut terdiri atas Purwanto dari SMKN 8 Surakarta, Setyo Purwadu dari SMKN 1 Tanon, serta Bambang Sosodoro Rawan Jayantoro dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |