PEMALANG, iNews.id – Ribuan warga di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Selama dua hingga tiga bulan terakhir, warga kesulitan memperoleh air sehingga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satu wilayah yang terdampak, yakni Desa Pulosari. Warga mengaku kondisi kekeringan mulai dirasakan sejak beberapa bulan terakhir dan terus memburuk karena tidak adanya sumber air maupun jaringan air bersih yang berfungsi.
Baca Juga
BMKG: Musim Kemarau Makin Meluas tapi Hujan Lokal Masih Berpotensi Terjadi
Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, warga harus membeli satu tangki air bersih berkapasitas 6.500 liter dengan harga Rp250.000. Dalam sebulan, satu keluarga dapat menghabiskan hingga Rp500.000 hanya untuk membeli air.
Kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. "Biasanya 1 tangki cukup dua minggu. Jadi di satu bulan itu Rp500.000. Ini setiap tahun jika musim kemarau," kata Neneng, warga Desa Pulosari.
Baca Juga
BMKG: 60,5% Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Kemarau
Selama ini, sebagian besar warga hanya mengandalkan air hujan yang ditampung saat musim penghujan sebagai cadangan kebutuhan sehari-hari.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































